Rabu, 23 Mei 2018

8 Saksi Meringankan Setya Novanto Akan Dihadirkan di Pengadilan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Setya Novanto diwawancarai awak media usai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 6 Desember 2017. Dengan lengkapnya berkas perkara Setya Novanto, tak lama lagi ia akan segera menjalani persidangan. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Setya Novanto diwawancarai awak media usai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 6 Desember 2017. Dengan lengkapnya berkas perkara Setya Novanto, tak lama lagi ia akan segera menjalani persidangan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Setya Novanto, Maqdir Ismail menjelaskan bahwa delapan saksi ahli dan saksi meringankan yang sebelumnya diajukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dimintai keterangan, akan dihadirkan dalam persidangan nanti.

    "Enggak ada masalah, nanti yang belum diperiksa itu akan dihadirkan di pengadilan," kata Maqdir di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Desember 2017.

    Baca: Ada 99 Saksi dalam Berkas Perkara Setya Novanto, Siapa Saja?

    Kubu Setya sempat keberatan ketika KPK memutuskan tidak akan memeriksa delapan saksi tersebut setelah sebelumnya tidak hadir ketika dipanggil. Lembaga antirasuah itu pun melimpahkan berkas perkara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu karena sudah lengkap atau P21.

    "Sebenarnya kita harapkan bahwa pemeriksaan itu bisa dilakukan hari ini (kemarin) dan seterusnya," ujarnya.

    Pada Rabu pagi, Setya Novanto ke Gedung KPK. Ia didampingi tim kuasa hukumnya. Politikus Partai Golkar Melki Laka Lena juga tampak ikut dalam rombongan Setya.

    Menurut Maqdir, Melki ikut karena ia merupakan salah satu saksi meringankan yang diajukan oleh kubu Setya untuk diperiksa KPK. Namun, Melki tak diperiksa karena berkas perkara Ketua Umum Partai Golkar itu sudah rampung.

    Baca: Adu Taktik antara KPK dan Setya Novanto di Kasus E-KTP

    "Menurut mereka (KPK), tadi waktunya sudah terlalu mepet pemberitahuan dari teman-teman kemarin. Itu saja. Mereka kan menganggap berkas sudah selesai," tutur Maqdir.

    KPK melimpahkan berkas perkara Setya Novanto dalam kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu sore. Berkas perkaranya mencapai 1 meter.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.