Soal Munaslub, Idrus: Kita Bicarakan dengan Bung Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di ruang kerjanya di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 6 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di ruang kerjanya di Kantor DPP Golkar, Jakarta, 6 November 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan akan bertemu dengan Setya Novanto. Menurut Idrus, tujuan kedatangannya adalah menjelaskan situasi Partai Golkar saat ini. Ia pun mengatakan pertemuan ini berkenaan dengan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang akan digelar.

    “Terlebih dahulu kita akan bicarakan dengan Bung Setya Novanto,” katanya di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 6 November 2017.

    Baca juga: Dituding Kejam oleh Pengacara Setya Novanto, Begini Tanggapan KPK

    Bagaimanapun juga, kata Idrus, secara formal, Setya masih menjabat Ketua Umum Golkar. Ini menjadi alasan mengapa dia harus bertemu dengan tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tersebut.

    Mengenai waktu pertemuan, Idrus mengatakan belum menentukan tanggal pasti. Ia baru akan membahas pertemuan tersebut pekan depan. Perihal izin dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Idrus masih mengusahakan hal tersebut.

    “Ya, sekitar tanggal 13 atau berapalah, nanti (dibahas),” ucapnya. “Kita nanti akan usahakan (izinnya).”

    Baca juga: Posisi Setya Novanto di Golkar di UjungTanduk

    Hari ini, perwakilan 31 Dewan Pimpinan Daerah Golkar tingkat 1 berkumpul di kantor Dewan Pimpinan Pusat Golkar untuk menyampaikan surat resmi desakan munaslub kepada Plt Ketua Umum Golkar, Idrus Marham.

    Dorongan untuk menggelar Munaslub Golkar menguat setelah Setya Novanto menjadi tahanan KPK dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Sejumlah tokoh, seperti Airlangga Hartarto dan Idrus Marham, disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Setya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.