Jadi Panglima, Hadi Tjahjanto Usung Network Centric Warfare

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto bersiap menjalani fit and proper tes (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, 6 Desember 2017. Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto bersiap menjalani fit and proper tes (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR RI, Jakarta Pusat, 6 Desember 2017. Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan kelemahan dan keunggulan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalani uji kelayakan dan kemampuan di DPR hari ini. Anggota Komisi Pertahanan Ahmad Hanafi Rais mengatakan, Hadi Tjahjono cukup terbuka dengan masalah tersebut.

    Hanafi mengatakan salah satu hal yang ingin diperbaiki oleh Hadi pada TNI ialah terealisasinya konsep network centric warfare. "Ini adalah konsep kontemporer pertahanan menyeluruh kita ya, di mana menggunakan teknologi dan informasi sebagai basis melakukan strategi pertahanan," kata dia.

    Baca juga: Alasan Jokowi Pilih Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI

    Selain itu, kata Hanafi, Marsekal Hadi juga akan mengintegrasikan seluruh matra dengan network centric itu. "Kalau ini terealisasi ini terobosan baru dan kita harapkan selama dia jadi Panglima ini terlaksana," tutur Hanafi.

    Network centric merupakan program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto saat resmi menjadi Panglima TNI nanti. "Salah satu prioritas yang pertama kali itu," ucap Hanafi.

    Baca juga: Marsekal Hadi Tjahjanto, Calon Panglima TNI di Tahun Politik

    Selama tujuh jam Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan fit and proper test di Komisi Pertahanan DPR RI. Hanafi menuturkan banyak hal yang dibahas ihwal visi dan misi serta strategi Hadi sebagai panglima kelak. Setuju dengan pemaparan Hadi, para anggota Komisi Pertahanan menyetujui dia menjadi Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.