Minggu, 22 September 2019

Arief Hidayat Siap Jelaskan Isu Lobi Politik ke Dewan Etik MK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Hakim MK di Komisi III, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Desember 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Hakim MK di Komisi III, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Desember 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Etik Mahkamah Konstitusi akan memanggil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat untuk mengklarifikasi adanya dugaan pelanggaran kode etik terkait dengan perpanjangan masa jabatannya. Dia diduga melobi pimpinan Komisi Hukum hingga pimpin fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar pemimpin partai mendukungnya sebagai calon tunggal hakim konstitusi.

    Arief membantah adanya lobi politik tersebut dan menyatakan siap jika dipanggil Dewan Etik untuk mengklarifikasi dugaan itu. "Banyak hakim yang pernah dipanggil Dewan Etik. Kalau saya dipanggil, sudah kewajiban mereka. Silakan saja. Saya akan jelaskan," katanya di ruang rapat Komisi Hukum DPR pada Rabu, 6 Desember 2017.

    Baca: Soal Lobi ke DPR, Dewan Etik Akan Panggil Hakim MK Arief Hidayat

    Arief mengatakan dugaan adanya lobi politik tersebut mencuat karena pertemuan dengan Komisi Hukum DPR di Hotel Ayana Midplaza beberapa waktu lalu. Namun ia mengaku hanya memenuhi undangan resmi Komisi Hukum untuk membicarakan perpanjangan masa jabatannya sebagai hakim konstitusi.

    "Dewan menjelaskan, masa jabatan saya hampir habis, kemudian saya ditanya apakah bersedia mengikuti fit and proper test untuk memperpanjang masa jabatan. Kemudian kami cocokkan jadwal," ujarnya.

    Baca: Arief Hidayat Lolos Uji Kelayakan Hakim MK Meski Diprotes

    Dia mengatakan, proses uji kepatutan dan kelayakan terhadapnya juga atas izin Dewan Etik Mahkamah Konstitusi (MK). "Jadi tidak ada lobi politik apa pun dan saya juga sudah izin ke Dewan Etik untuk ikut uji kelayakan hakim konstitusi ini," ucapnya.

    Komisi Hukum DPR memutuskan Arief Hidayat lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan hakim MK pada Rabu, 6 Desember 2017. Tepat pukul 14.15, ketukan palu pemimpin sidang, Trimedya Pandjaitan, menandakan jabatan Arief sebagai hakim konstitusi resmi diperpanjang.

    Berdasarkan pertimbangan panel ahli dan keputusan perwakilan 10 fraksi yang hadir, Arief Hidayat dinyatakan lolos dengan sembilan fraksi sepakat dan satu fraksi dari Gerindra tidak menyatakan pendapat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.