Minggu, 22 September 2019

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan

    Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rotan

    INFO NASIONAL - Setelah pada 7 November 2017, Satgas Patroli Laut Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 107,2 ton rotan ilegal yang diangkut KLM A.L.A., pada 25 November 2017, Satgas Patroli Laut Bea Cukai yang sedang melaksanakan Operasi Jaring Wallacea II dengan kapal BC 30006, kembali menindak sebuah kapal KLM B.U. Kapal tersebut diketahui memuat rotan asalan, di Perairan Laut Sulawesi, berbatasan dengan laut Filipina. Rotan yang akan diekspor ke Malaysia ini, diselundupkan anggota jaringan Kalimantan Tengah-Tawau.

    “Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, didapati barang bukti berupa rotan asalan sebanyak sekitar 1.100 bundel, dengan berat mencapai sekitar 83.000 kilogram. Tidak hanya itu, berdasarkan dokumen kapal, diketahui seharusnya kapal tersebut berangkat dari jalur pelayaran Kuala Kapuas menuju jalur pelayaran Surabaya, tetapi merubah haluan dengan tujuan akhir Tawau-Malaysia,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

    Atas upaya ekspor ilegal ini, potensi kerugian yang timbul mencapai sekitar Rp 665 juta. Petugas kemudian membawa barang bukti dan pelaku, yang meliputi tujuh orang anak buah kapal (ABK) dan dua orang tersangka, ke Kantor Bea Cukai Tarakan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    Heru menegaskan penindakan yang telah dilakukan Bea Cukai ini merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap industri dalam negeri dan masyarakat akan kebutuhan pasokan rotan dalam negeri. Kegiatan ekspor ilegal ini melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagai tindak pidana penyelundupan, juga melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2011 yang menyatakan rotan merupakan salah satu barang yang dilarang untuk diekspor.

    “Upaya ekspor ilegal tersebut kami gagalkan untuk menegakkan pelaksanaan Undang-undang Kepabeanan, untuk menjalankan peraturan yang pelaksanaannya dititipkan kepada Bea Cukai, serta untuk melindungi industri dalam negeri dan memastikan kebutuhan rotan sebagai bahan baku di pasar dalam negeri terpenuhi,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe