Senin, 28 Mei 2018

Jakarta dan Palembang Harus Bebas Difteri Sebelum Asian Games

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Virus difteri sendiri disebabkan kuman Corynebacterium diptheriae yang menyerang faring, laring atau tonsil.

    Virus difteri sendiri disebabkan kuman Corynebacterium diptheriae yang menyerang faring, laring atau tonsil.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Jakarta dan Palembang diminta bebas dari penyakit difteri sebelum pelaksanaan perhelatan pesta olahraga negara-negara Asia (Asian Games) 2018. Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Muhammad Subuh, penyakit difteri sangat mudah berkembang, apalagi dengan kondisi cuaca seperti saat ini.

    “Sudah ada 20 provinsi, di antaranya 95 kabupaten/kota melaporkan masalah difteri, termasuk Palembang, Sumatera Selatan,” ujar Subuh saat memberi sambutan dalam puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2017 di Palembang, Selasa, 5 Desember 2017.

    Baca juga: Dinas Kesehatan DKI Heran Difteri Juga Serang Orang Dewasa

    Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan infeksi yang serius berpotensi mengancam jiwa. “Saya meminta ini benar-benar clear sebelum pelaksanaan Asian Games 2018,” kata Subuh.

    Subuh mengatakan Kementerian Kesehatan tak mau ada gangguan saat pelaksanaan pesta Asian Games 2018 tersebut. Menurut dia, harus ada persiapan fisik dan nonfisik. “Dinas Kesehatan selalu siaga,” ucapnya.

    Dari data Kementerian Kesehatan RI, dari Januari sampai November 2017, ada 95 kabupaten dan kota yang melaporkan masalah difteri. Untuk angka yang terparah adalah Provinsi Jawa Timur, Banten, dan Tangerang. “Sumatera Selatan ada dua titik. Cara pencegahan penyakit ini dengan imunisasi,” tuturnya.

    Baca juga: Antisipasi Penyebaran Difteri, Kabupaten Bogor Galakkan Imunisasi

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin membantah di Palembang terdapat pasien penderita difteri. “Laporan sebelumnya ada dua dari Palembang dan satu dari Kabupaten OKI. Namun, dari hasil laboratorium, hasilnya negatif, bukan difteri," kata Alex.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.