Uji Kelayakan di DPR, Hadi Tjahjanto Soroti Ancaman Dunia Maya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Desember 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    Calon Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I, gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Desember 2017. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, memaparkan visi dan misinya di depan Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat RI. Dalam pemaparan visi dan misinya, Hadi menyoroti terorisme di era perkembangan informasi dan teknologi.

    "Dari hal tersebut akan muncul fenomena baru yang dengan sendirinya mengubah ancaman terhadap pertahanan negara," kata Hadi saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi Pertahanan DPR RI pada Rabu, 6 Desember 2017.

    Baca: Jalani Uji Kelayakan Jadi Panglima TNI, Hadi Tjahjanto Minta Doa

    Dalam misinya nanti, Hadi ingin memperkuat pertahanan negara dari ancaman teroris dunia. Situasi tersebut, menurut dia, semakin kompleks lantaran cepatnya hoax menyebar dan mengancam keamanan negara. "Mereka (teroris) mampu secara cepat menyebar pengaruh dan mengaktifkan simpatisannya demi mendukung kepentingannya," ujarnya.

    Selain ancaman teroris dari luar negeri, Hadi mencermati media sosial adalah ancaman keamanan negara yang dapat menciptakan keresahan dalam masyarakat. "Indonesia negara kepulauan, potensi isu suku, ras, dan agama akan selalu ada."

    Baca: Begini Mekanisme Uji Kelayakan dan Kepatutan untuk Hadi Tjahjanto

    Untuk menanggulangi hal-hal tersebut, Hadi akan mengaktifkan semua fungsi TNI untuk pengamanan negara. "Sebagai fungsi penangkal ancaman, fungsi penindak, dan fungsi pemulih," ucap Hadi.

    Hari ini Hadi menjalani uji kompetensi dan kepatutan di Komisi Pertahanan DPR RI. Dia diantar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi.

    Ketua Komisi Pertahanan DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengatakan penyampaian visi dan misi calon panglima dilakukan secara terbuka. Namun, untuk penyampaian strategi, tanya-jawab calon dengan para anggota DPR dan pandangan dilakukan secara tertutup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.