Kunjungi Pengungsi Gunung Agung, AHY Jawab Soal Survei Politik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono saat berkunjung ke pos pengungsian Gunung Agung di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Klungkung, 5 Desember 2017. BRAM SETIAWAN

    Agus Harimurti Yudhoyono saat berkunjung ke pos pengungsian Gunung Agung di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Klungkung, 5 Desember 2017. BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Klungkung - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke pos pengungsian Gunung Agung di Gelanggang Olahraga (GOR) Swecapura, Klungkung, Selasa, 5 Desember 2017. Dia tidak ingin kunjungannya dikaitkan dengan spekulasi politik.

    "Saya paham belum lama ini diinformasikan keluar survei menempatkan saya di posisi yang cukup baik di berbagai aspek," kata AHY di GOR Swecapura.

    Baca juga: Indo Barometer: Elektabilitas Duet Jokowi dan AHY Tertinggi

    Berdasarkan lembaga survei Indo Barometer, AHY menjadi calon wakil presiden favorit mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019. Ketika disandingkan dengan Jokowi, 17,1 persen masyarakat memilih AHY. Adapun Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dipilih 15,9 persen.

    "Jika ada survei dengan angka dan peringkat tertentu, jika itu baik saya mengamini segala harapan dan ekspektasi dari publik," ujarnya.

    AHY enggan berandai-andai. Ia tidak menjawab secara pasti terkait target politik bermodalkan hasil survei tersebut.

    "Saya hanya bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Setiap orang ingin, setiap hari semakin baik," katanya.

    Saat berkunjung di pos pengungsian GOR Swecapura, AHY didampingi politikus Partai Demokrat Putu Supadma Rudana. AHY memberikan sumbangan logisitik bagi para pengungsi. "Bantuan material itu penting, semoga bermanfaat. Saya senang berinteraksi dengan masyarakat," tuturnya.


  • AHY
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?