Jokowi Minta Kartu Rastra Jangan Ditambah Dulu

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat ditemui awak media usai menghadiri CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Presiden Joko Widodo saat ditemui awak media usai menghadiri CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    BOGOR- Presiden Joko Widodo meminta kuota kartu untuk pembagian Beras Sejahtera (Rastra) tidak ditambah dulu. Hal itu ia sampaikan ketika membuka rapat terbatas perihal penyaluran Rastra di Istana Kepresidenan Bogor.

    "Saya minta kartu jangan ditambah dulu, dicek, dievaluasi dulu betul supaya di lapangan jalan baik nanti," ujar Presiden Jokowi dalam pembukaannya di Istana Bogor, Selasa, 5 Desember 2017.

    Sebagai catatan, pembagian kartu Rastra dimulai pada tahun 2017 ini. Awalnya, pembagian Rastra tidak menggunakan kartu.

    Nah, pembagian menggunakan kartu tersebut belum berlaku luas, baru dalam tahap uji coba di 44 kota dengan 1,2 juta penerima. Bertahap, angka itu akan ditambah. Adapun program Rastra, secara keseluruhan, ditujukan untuk 15 juta penerima atau keluarga.

    Presiden Joko Widodo melanjutkan bahwa evaluasi pembagian kartu Rastra juga untuk merespon Survei Sosial Ekonomi Nasional yang berlangsung Maret 2018. Ia tidak ingin survey mendapati penggunaan kartu Rastra tidak sesuai harapan.

    "Jangan sampai ada keterlambatan. Saya minta Bulog mengikuti, Kementerian Pertanian, Kemenko PMK juga bisa ikuti supaya beras ini sampai ke penerima tanpa terlambat satu hari pun," ujar Jokowi.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.