Senin, 28 Mei 2018

Tito Karnavian: Tewasnya Bahrun Naim Pengaruhi Teror di Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan kabar tewasnya anggota gembong teroris asal Solo, Bahrun Naim, bakal berpengaruh terhadap aksi teror di Indonesia. "Sangat berpengaruh,” kata Tito di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 5 Desember 2017.

    Bahrun Naim berperan sebagai penghubung antara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan tokoh-tokoh teroris di Indonesia. “Peran dia (Bahrun Naim) intermediary, antara ISIS elite, ISIS sentral, dengan kelompok pimpinan dan tokoh-tokoh pelaku langsung yang ada di Indonesia," ucap Tito. Namun dia belum bisa memastikan kabar kematian Bahrun Naim.

    Baca: Kapolri: Densus 88 Belum Mengkonfirmasi Tewasnya Bahrun Naim...

    Tito mencontohkan, pada peristiwa bom Thamrin, kepolisian mengendus peran Bahrun Naim sebagai perantara tokoh ISIS dan kelompok teror di Indonesia. Ia menyandingkan Bahrun Naim dengan Hambali yang menjadi perantara kelompok Al Qaeda dan Jemaah Islamiyah. "Perantara itu Bahrun Naim," ujarnya.

    Kabar tewasnya Bahrun Naim tersebar melalui percakapan di media sosial. Nama Bahrun Naim banyak dikaitkan dengan peristiwa teror di Indonesia. Salah satunya dia disebut sebagai dalang bom Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016.

    Bahrun Naim juga diketahui menjadi pemimpin Jemaah Ansarud Daulah, organisasi perekrutan teroris di Indonesia. Dia dikabarkan meninggal di Abu Hamam pada 30 November 2017 dalam pertempuran melawan tentara Suriah.

    Baca juga: Polri Selidiki Kabar Kematian Bahrun Naim

    Tito berpendapat kabar tewasnya Bahrun Naim masih sebatas kabar yang tersebar di media sosial. Media sosial ini, kata dia, disinyalir memiliki keterkaitan dengan jaringan teror di Timur Tengah.

    Sampai saat ini, kata Tito, pengecekan Densus 88 Antiteror belum mengkonfirmasi kebenaran berita itu. Tito menyebut kepolisian masih mencari sumber primer atas informasi tewasnya Bahrun. "Dia bisa benar-benar meninggal, bisa tidak. Ini trik dia supaya tidak dikejar."


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.