Minggu, 22 September 2019

Polri Selidiki Kabar Kematian Bahrun Naim

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan situs milik Bahrun Naim. www.muharridh.com

    Tampilan situs milik Bahrun Naim. www.muharridh.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI hingga kini masih belum bisa memastikan kabar kematian pentolan negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Indonesia, Bahrun Naim. Menurut Kepala Bagian Penerangan Divisi Humas Markas Besar Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul, pihaknya belum mendapat konfirmasi mengenai kematian Bahrun dari kepolisian Turki ataupun Kementerian Luar Negeri.

    "Yang ada adalah adanya sebuah sebaran di media sosial, yang kemudian viral, yang menyatakan bahwa saudara BN telah tewas," ujarnya di Mabes Polri, Senin, 4 Desember 2017.

    Baca juga: BNPT Ungkap Cara Baru Bahrun Naim Rekrut Pengikut, Mendekati TKI

    Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan atase kepolisian untuk mendalami dan menyelidiki kabar kematian Bahrun. Hingga saat ini, Polri belum mendapatkan data akurat mengenai kematian Bahrun."Namun, bila nanti kami mendapatkan kabar yang lebih akurat, tentu akan kami sampaikan," tutur Martinus.

    Bahrun diduga merupakan dalang bom Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016 lalu. Diketahui, dia merupakan pemimpin Jemaah Ansharud Daulah, organisasi perekrutan teroris di Indonesia. Bahrun dikabarkan meninggal di Abu Hamam pada 30 November 2017 dalam pertempuran melawan tentara Suriah.

    Baca juga: Begini Bachrun Naim Manfaatkan Telegram untuk Merancang Teror

    Martinus menyebutkan Bahrun Naim masuk daftar pencarian orang Polri. Dia dicari atas serangkaian kejahatan teror yang dibuat di Indonesia. Menurut Martinus, Bahrun masih terlihat di Suriah. "Kalau kita lihat, beberapa kesaksian-kesaksian yang ada menyatakan yang bersangkutan masih di wilayah Suriah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe