Kriteria Calon Ketua Umum Golkar, Mahyudin: Yang Penting PDLT

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahyudin:  Kita Masih Terjebak pada Masalah yang Rumit

    Mahyudin: Kita Masih Terjebak pada Masalah yang Rumit

    TEMPO.CO, Jakarta - Musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar akan segera digelar untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Selain itu, Munaslub akan digelar untuk menentukan pengganti Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang kini ditahan KPK karena menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

    Sejumlah nama telah digadang-gadangkan untuk menggantikan Setya Novanto sebagai Ketum Golkar, seperti Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, hingga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua Umum Partai Golkar. Tapi, seperti apa sebenarnya kriteria Ketum yang diharapkan Golkar?

    "Tidak ada kriteria khusus, yang penting sosok yang memiliki PDLT alias prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dari Partai Golkar Mahyudin saat ditemui di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

    Baca juga: Ketua DPP Golkar: Airlangga Hartarto Pemimpin Zaman Now

    Kader Golkar yang kini menjadi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sudah banyak didukung maju menjadi calon ketua umum Golkar.

    "Dalam waktu yang singkat menjelang Pemilu 2019 saya kira Golkar butuh figur yang bersih, yang punya kemampuan, punya pengalaman. Saya kira Pak Airlangga figur yang cocok memimpin Partai Golkar," kata Mahyudin.

    Mengenai Airlangga Hartarto yang disebut sebagai kandidat kuat Ketua Umum Partai Golkar dan telah mengantongi 31 suara dari Dewan Pimpinan Daerah di seluruh Indonesia, Mahyudin mengatakan bukan berarti Airlangga adalah calon tunggal lewat mekanisme aklamasi di Munaslub. "Masih ada sosok-sosok yang bakal jadi Caketum selain Airlangga," kata dia.

    Baca juga: Ketua DPD Golkar NTT: Setya Novanto Telah Nyatakan Akan Mundur

    Sosok-sosok itu disebutnya adalah para loyalis Setya Novanto. Nama mereka belum muncul di permukaan karena, menurut Mahyudin, mereka masih menghormati Novanto yang hingga kini masih sebagai Ketum Golkar. "Walaupun riuh seperti ini, loyalis Setya Novanto juga masih banyak, banyak sekali di dalam Partai Golkar," kata Wakil Ketua MPR itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.