Hadi Tjahjanto Tetap Harus Ikut Uji Kelayakan Panglima TNI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada tahun 2016-2017 Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto kembali dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan .TEMPO/Subekti

    Pada tahun 2016-2017 Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto kembali dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan .TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Istana Kepresidenan, Johan Budi Sapto Pribowo, menegaskan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto tetap harus mengikuti mekanisme uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test sebelum dipastikan menjadi Panglima TNI.

    "Tetap ada mekanisme fit and proper test seperti pengajuan Kepala Kepolisian RI," ujarnya kepada Tempo, Senin, 4 Desember 2017.

    Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo sudah mengajukan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat perihal figur yang ia ajukan sebagai calon Panglima TNI. Figur tersebut ialah  Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI AU sekaligus mantan Sekretaris Militer Presiden Joko Widodo.

    Baca juga: Pergantian Panglima TNI, Gatot Nurmantyo: Presiden Lebih Tahu

    Hadi diajukan sebagai calon tunggal pengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Sebab, Gatot akan pensiun dari jabatannya pada April tahun depan.

    Johan melanjutkan, meski diajukan sebagai calon tunggal, bukan berarti Hadi sudah dipastikan menjadi Panglima TNI. Fit and proper test, kata dia, masih menentukan apakah Hadi pantas atau tidak menjadi Panglima TNI.

    Johan pun menegaskan pengajuan calon tunggal tidak dilarang dalam Undang-Undang TNI. Malahan, kata Johan, hal itu diatur dalam Pasal 13 Undang-Undang TNI, yang menyebutkan Presiden mengusulkan satu orang calon Panglima TNI.

    Nah, perihal waktu pelaksanaan fit and proper test, Johan mengaku belum mengetahuinya. Ia menyarankan hal itu ditanyakan ke DPR.

    Baca juga: Alasan Jokowi Pilih Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI

    "Proses selanjutnya tentu ada di DPR. Saya belum tahu kapan proses seperti fit and proper test akan dilakukan di DPR," ujarnya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I DPR Tb Hasanuddin mengatakan komisinya akan segera melakukan fit and proper test terhadap Hadi sebagai calon Panglima TNI pada pekan depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.