Mahyudin: Loyalis Setya Novanto di Golkar Masih Banyak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto (tengah) yang menjadi tersangka, seusai menjalani pemeriksaan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, di gedung KPK, Jakarta, 30 November 2017. Pelanggaran kode etik terkait keterlibatan Setnov dalam tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPR Setya Novanto (tengah) yang menjadi tersangka, seusai menjalani pemeriksaan Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, di gedung KPK, Jakarta, 30 November 2017. Pelanggaran kode etik terkait keterlibatan Setnov dalam tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Mahyudin mengatakan sampai saat ini pendukung Setya Novanto di tubuh partai beringin masih banyak. "Sampai saat ini loyalis Setya Novanto di Golkar masih banyak," kata dia di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Senin 4 Desember 2017.

    Mahyudin mengatakan hal itu terkait adanya desakan untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar untuk melengserkan Setya Novanto dari kursi ketua umum.

    Menurut Mahyudin, Setya Novanto sudah legowo dengan desakan agar dirinya mundur dari ketua umum. Selain legowo, kata Mahyudin, Setya Novanto juga siap mengikuti Munaslub.

    Baca juga: Dedi Mulyadi: Munaslub Golkar Tak Tergantung Praperadilan Setya

    "Munaslub rencananya akan digelar antara akhir Desember atau Januari awal. Dan kita juga harus menghormati posisi Novanto sebagai Ketum," kata Mahyudin.

    Sebelumnya, Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan kliennya akan mundur sebagai ketua umum setelah sidang praperadilan usai. Kemudian, akan memimpin Munaslub Golkar agar bisa mundur secara terhormat.

    Sejumlah pihak mendesak agar Munaslub Golkar segera dilakukan, namun Golkar, kata Mahyudin, tidak ingin buru-buru dan memberi kesempatan untuk Setya Novanto dapat menuntut keadilan bagi dirinya melalui praperadilan.

    Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik oleh KPK pada 10 November 2017. Saat ini Setya Novanto ditahan di Rumah Tahanan Cabang KPK.

    Baca juga: Strategi KPK Agar Praperadilan Setya Novanto Tak Berlanjut

    Setya Novanto sempat menghilang ketika akan dijemput paksa KPK pada Rabu, 15 November 2017. Sehari kemudian dia mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta. Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dan Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, Ketua Umum Partai Golkar itu pun ditahan KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.