Incar Tiga Besar Pemilu 2019, PPP Rangkul Banyak Kiai

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PPP Arsul Sani bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berdoa saat memberikan keterangan pers mengenai pengumuman calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, di kantor DPP PPP, Tebet, Jakarta, 24 Oktober 2017. PPP menunjuk Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakil Ridwan Kamil untuk mendampingi dalam Pilkada Jawa Barat 2018. ANTARA FOTO

    Sekjen PPP Arsul Sani bersama Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berdoa saat memberikan keterangan pers mengenai pengumuman calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, di kantor DPP PPP, Tebet, Jakarta, 24 Oktober 2017. PPP menunjuk Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakil Ridwan Kamil untuk mendampingi dalam Pilkada Jawa Barat 2018. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, SURABAYA -Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bertekad merangkul para kiai demi mengincar posisi tiga besar pada pemilihan umum (Pemilu) nasional tahun 2019.

    "Sekali PPP meraih posisi tiga besar dalam sejarah pemilu nasional dengan multipartai di Indonesia, yaitu pada Pemilu tahun 2009," ujar Ketua Umum DPP PPP Muhammad Romahurmuziy saat membuka Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Timur di Surabaya, Minggu 3 Desember 2017.

    Setelah tahun 2009, peringkat PPP pada Pemilu nasional terus merosot, yaitu menempati urutan 4 dalam Pemilu tahun 2004, peringkat 6 dalam Pemilu tahun 2009, dan semakin melorot ke peringkat 9 dalam Pemilu 2014.

    Maka untuk Pemilu tahun 2019, Romy, sapaan akrabnya, bersikeras agar seluruh kader dapat mengembalikan peringkat PPP ke posisi tiga besar.

    "Caranya adalah dengan merangkul seluruh kiai, tidak terkecuali sejumlah kiai yang pernah memecah suara PPP," ucapnya.

    Menurut dia, kiai yang pernah bergabung di PPP dan kemudian bergabung atau mendirikan partai politik lain berarti memiliki banyak umat. "Itu artinya kita harus merangkulnya kembali ke PPP," tuturnya.

    BACA: Daftar Pemilu 2019, Ini Harapan PPP Kubu Romahurmuziy

    Dalam hal ini, Romy menyatakan seluruh kader PPP harus berdamai dengan sejarah.

    PPP, lanjut dia, ke depan tidak hanya akan menghadapi Pemilu nasional dengan target dapat menduduki posisi tiga besar.

    "Dalam waktu dekat kita akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak di tahun 2018, serta pemilihan Presiden yang pendaftarannya sudah dibuka mulai Agustus 2018 hingga April 2019," katanya.

    Karenanya, untuk meraih banyak suara dalam menyukseskan semua pemilihan secara langsung tersebut, PPP butuh merangkul para kiai yang memiliki banyak umat.

    "Kita harus berdamai dengan sejarah. Kiai-kiai yang pernah menyebabkan suara PPP berkurang harus kita rangkul kembali. Karena kalau memaksalan kader sendiri yang tidak punya elektabilitas, sama saja mengirim orang yang tidak punya keahlian berperang ke medan tempur," ucapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.