Ziarah ke Makam Raja Mataram, Khofifah Tak Mau Dikaitkan Politik

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khofifah Indar Parawansa. TEMPO/Subekti

    Khofifah Indar Parawansa. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Sabtu, 2 Desember 2017. Dia enggan disebut ziarah yang dilakukannya dikaitkan dengan politik.

    "Saya biasa ziarah ke makam Wali Songo. Ada tradisi saya masuk kota. Saya tahu ada tokoh bangsa, pejuang bangsa, saya baca Al-Fatihah. Itu tradisi saya," kata Khofifah di Imogiri, Bantul, Sabtu.

    Baca juga: Jokowi Sudah Baca Surat Khofifah untuk Maju Pilkada Jatim 2018

    Khofifah, yang akan maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, tak mau ziarah yang dia lakukan dikaitkan dengan politik. Bagi dia, ziarah kubur untuk mendoakan mereka yang telah wafat. "Kata Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai, menghormati, dan mengikuti keteladanan para pahlawan," ujarnya.

    Saat berziarah ke makam Sultan Agung Hanyokrokusumo, peziarah diharuskan memakai pakaian tradisional Mataram. Beskap bagi pria, dan kemben untuk perempuan. Hal ini juga dilakukan Khofifah, yang juga menggunakan kemben, tapi dengan modifikasi berupa penggunaan hijab.

    Baca juga: Khofifah Izin Maju Pilgub Jatim, JK: Presiden Tak Bisa Melarang

    Khofifah menilai makam raja-raja Mataram di Imogiri bisa menjadi destinasi wisata religi, spiritual, budaya, dan sejarah. Alasan berziarah ke makam raja-raja Mataram di Imogiri, menurut dia, adalah di kompleks makam ini terdapat makam Sultan Agung, yang merupakan salah satu tokoh yang meletakkan fondasi bangsa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.