Sosialisasi Empat Pilar, MPR Wayangan Bareng Masyarakat Pringsewu Lampung

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sosialisasi empat pilar MPR gelar pertunjukan wayang kulit di Pring Sewu Lampung, Jumat, 1 Desember 2017 (dok MPR)

    Sosialisasi empat pilar MPR gelar pertunjukan wayang kulit di Pring Sewu Lampung, Jumat, 1 Desember 2017 (dok MPR)

    INFO MPR – Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) semakin hari semakin dikenal masyarakat Indonesia. Materi-materi tentang Pancasila, nilai luhur bangsa, sampai Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, dikemas apik dengan berbagai cara menarik sebagai metode penyampaian. Salah satunya dengan metode seni budaya Pagelaran Wayang Kulit.

    Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, merupakan salah satu daerah tempat penyelenggaraan Pageralaran Wayang Kulit dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR. Acara yang digelar pada Jumat malam, 1 Desember 2017, di Pendopo Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, ini menampilkan lakon “Semar Babar Jati Diri Catur Tunggal Ekaning Pengarep” yang dibawakan dalang Ki Gunawan Wibisono.

    Pagelaran wayang kulit ini dihadiri Kepala Biro Humas Seketariat Jenderal MPR Siti Fauziah, Kepala Biro Keuangan Mafrizal, Kepala Bagian Pemberitaan Hubungan Antarlembaga dan Layanan Informasi Muhamad Jaya, dan Wakil Ketua Pepadi provinsi Lampung Darmadi. Hadir juga ratusan warga masyarakat seputar Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya yang sangat antusias menonton.

    Dalam sambutannya mewakili Pimpinan MPR, Siti Fauziah menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada pemerintah Kabupaten Pringsewu, yang memiliki perhatian besar terhadap dunia seni, khususnya wayang kulit.

    "Pagelaran ini adalah upaya MPR dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR ke semua penjuru Indonesia melalui pendekatan seni budaya. Tujuannya agar bangsa Indonesia memiliki daya tahan ideologis menghadapi masuknya ideologi-ideologi asing, yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia," katanya.

    Sosialisasi melalui seni budaya, lanjut dia, merupakan salah satu dari berbagai metode yang sudah dilaksanakan Sekretariat MPR, antara lain seperti ToT, FGD, LCC, outbound, seminar, dan diskusi.

    "Tidak hanya wayang, seni dan budaya Nusantara sangat variatif. MPR dalam melakukan sosialisasi melalui metode ini diupayakan akan disesuaikan dengan budaya masing-masing daerah," ujarnya.

    Intinya, Siti Fauziah menekankan, sosialisasi Empat Pilar MPR ini harus terus digelorakan untuk mempertahankan NKRI, serta pesan-pesan Empat Pilar MPR RI dapat tersampaikan ke masyarakat melalui pagelaran seni budaya.

    “Selain itu, melalui metode sosialisasi ini kita bisa menjaga kebinekaan sehingga tidak hanya sebagai tontonan tapi juga dapat dituangkan pada kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, mewakili pemerintah Kabupaten Pringsewu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tri Prawoto, berharap agar tontonan pagelaran wayang ini bisa menjadi tuntunan, apalagi Empat Pilar MPR sebagai acuan pada pagelaran wayang.

    Acara pagelaran sendiri ditandai dengan penyerahan tokoh wayang kepada dalang Ki Gunawan Wibisono oleh Siti Fauziah. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.