Cuaca Buruk, Gembira Loka Kurangi Waktu Hewan Keluar Kandang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas Rescue Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kota Yogyakarta memotong batang pohon tumbang di kandang burung Kasuari, Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, 31 Maret 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    Sejumlah petugas Rescue Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kota Yogyakarta memotong batang pohon tumbang di kandang burung Kasuari, Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, 31 Maret 2016. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta mengurangi intensitas hewan keluar kandang untuk sementara terkait dengan masih tingginya intensitas hujan pada akhir November hingga awal Desember 2017. "Kebun binatang masih buka seperti biasa, hanya intensitas hewan keluar kandang dikurangi untuk mencegah sakit karena cuaca," kata juru bicara Kebun Binatang Gembira Loka, Khrisyanto Agung Wibowo, kepada Tempo, Jumat, 1 Desember 2017.

    Hewan-hewan yang dikurangi intensitas keluar kandang, kata dia, terutama yang rentan penyakit akibat perubahan cuaca. "Terutama jenis burung karena paling rentan penyakit seperti manusia," ujarnya.

    Baca: Mau Berlibur Akhir Pekan? BNPB: Perhatikan ...

    Berbagai jenis burung di Gembira Loka berada di Bird Park dan dalam sebuah kandang besar. Di kandang raksasa itu, biasanya pengunjung bisa berinteraksi dengan berbagai jenis burung yang dilepaskan seperti di alam liar.

    Agung menuturkan kebun binatang itu terdampak cuaca buruk, yang menyebabkan sejumlah titik Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami banjir dan longsor pada Selasa 28 November 2017. Sebuah bangunan milik warga di dekat area kebun binatang di sisi barat roboh dan longsorannya masuk ke kebun binatang. Longsoran itu mengakibatkan saluran sungai kecil di sisi barat kebun binatang tertutup material sehingga airnya meluap. "Di area terkena longsoran itu tak ada kandang satwa sehingga tak ada kandang yang rusak," ucapnya.

    Baca: Binatang TSI Dicekoki Miras, Pengelola: Kami ...

    Saat volume sungai-sungai utama di Yogyakarta meningkat pada Selasa kemarin, 28 November 2017, ketinggian air Sungai Gajah Wong yang membelah kebun binatang itu juga naik sampai 50 sentimeter. Namun tidak sampai meluap dan menggenangi kandang satwa. Dahan-dahan pohon juga terkena dampak, tapi tak sampai merobohkan pohon-pohon besar berusia puluhan dan ratusan tahun di area itu.

    Pengelola Kebun Binatang Gembira Loka tidak menargetkan jumlah kunjungan wisata selama cuaca buruk seperti ini. Dalam sehari pada pekan ini, Agung menyebut kunjungan wisata tak sampai 1.000 orang per hari. "Apalagi pekan ini bertepatan dengan libur Maulid Nabi, masyarakat biasanya akan fokus ke acara itu," tuturnya.

    Meski pekan ini pemerintah DIY menetapkan status siaga darurat bencana atas dampak yang ditimbulkan, Gembira Loka menyatakan tetap buka seperti biasa dan tak ada wahana yang libur. "Semua beroperasi seperti biasa, siap menyambut pengunjung," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.