RSUD H. Badaruddin Kasim akan menjadi RS Terbesar di Kalsel

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Umum Daerah H. Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

    Rumah Sakit Umum Daerah H. Badaruddin Kasim Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

    INFO NASIONAL – Rumah Sakit Umum Daerah H. Badaruddin Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan,  kini berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah H. Badaruddin Kasim, bersamaan dengan pindahnya lokasi rumah sakit dari Jalan Jaksa Agung Suprapto ke Jalan Tanjung Baru, Desa Maburai.

    “Di gedung baru tersedia 400 tempat tidur yang terdiri Kelas 1,2,3, VIP dan SVIP. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan lokasi lama yang hanya berjumlah 110 tempat tidur. Direncanakan akan disediakan pula ruang rawat inap khusus bagi tahanan dan fasilitas rehab narkoba,” ujar Direktur RSUD H. Badaruddin Kasim dr. Taufiqurahman Hamdie.

    Dijelaskan dr Taufiq, RSUD H. Badaruddin Kasim yang tengah bersiap akreditasi rumah sakit tipe B ini memiliki 16 poliklinik, meningkat dua klinik dibanding lokasi lama.. Di rumah sakit yang baru ada penambahan poli napza dan poli voluntary counseling test (VCT).

    “Selain itu, RSUD H. Badaruddin Kasim juga memiliki layanan unggulan berupa hemodialisa yang memberikan layanan cuci darah bagi pasien rawat jalan dan rawat inap. Layanan ini didukung dokter umum dan perawat yang bersefitikat hemodialisis,” ujar dr Taufiq, menjelaskan.

    Menurutnya, tersedia pula peralatan kesehatan canggih seperti treadmil dan ekokardiografi untuk layanan cardiac center yang ditunjang tenaga ahli jantung yang mumpuni dan paramedis yang dilatih khusus.

    RSUD H. Badaruddin Kasim yang memiliki 23 orang tenaga dokter spesialis dan dokter umum ini juga memberikan layanan medical check up audiometri dan spirometri bagi karyawan perusahaan dan instansi, serta penunjang reagent (tes narkoba) dan radiologi. “Dari semua pelayanan yang sudah kami sediakan, terbukti indeks kepuasan masyarakat (IKM) meningkat,” ujar dr. Taufiq

    Berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik, angka IKM 2015 berada di 61.53, dan mengalami peningkatan ke angka 71,67 di tahun 2016. Ke depannya, RSUD H. Badaruddin Kasim akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

    Dr Taufiq memaparkan beberapa program serta terobosan yang akan dilakukan di rumah sakit yang mulai beroperasi pada Desember ini. Termasuk berkomitmen untuk menciptakan rumah sakit yang berbasis lingkungan atau green hospital. “Langkah pertama berupa penggunaan energi hijau yang bersifat berkelanjutan sehingga lebih efisien dalam penggunaa listrik”katanya.

    Program berikutnya adalah pengelolaan limbah menggunakan instalasi pengelolaan air limbah yang berstandar nasional dan incenerator yang berkapasitas satu kubik. Khusus untuk sampah anorganic akan dikelola bank sampah, dan nantinya sampah organik akan dipilah untuk dijadikan pupuk tanaman yang ada di rumah sakit.

    Rumah sakit yang rencananya akan dijadikan rumah sakit rujukan regional Benua Anam ini nantinya juga akan mengurangi penggunaan kertas atau paper less dalam proses pelayanan maupun administrasi. Salah satunya melalui dukungan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). “SIMRS merupakan sebuah sistem digital yang terintegrasi baik dari sisi software, data maupun brainware” jelas dr Taufiq.

    Dengan adanya SIMRS, menurut dr Taufiq, semua kegitan yang berkaitan dengan rumah sakit, baik data pasien, keberadaan dokter, jumlah obat, serta keberadan kamar, bahkan laporan-laporan yang dibutuhkan pegawai rumah sakit juga tersedia.

    SIMRS juga sudah terhubung dengan BPJS, dan Inhealth. Kerjasama ini membantu pasien untuk melakukan proses pendaftaran satu pintu sehingga tidak perlu berbelit-belit dalam proses pencetakan jaminan berobat.

    Menurut dr Taufiq, SIMRS dapat memudahkan pasien, terutama lebih mengefisienskan waktu. Ia juga akan meminta tim IT rumah sakit untuk membuat sebuah aplikasi berbasis android agar pasien yang ingin berobat di rumah sakit tidak perlu mengantre dan mengatur sendiri waktu datang ke rumah sakit. “Jadi pasien bisa langsung mendaftar dari rumah” ungkapnya.

    Layanan berikutnya adalah layar besar berupa video wall, yang berisi informasi terkait kebutuhan pasien rawat inap.

    “Dari semua inovasi yang dilakukan RSUD H. Badaruddin Kasim, kami  mengharapkan bisa terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dan mampu memberikan trasparansi informasi demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat Tabalong,” ujar dr Taufiq.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.