JK Beri Wejangan kepada Airlangga dan Ketua DPD I Golkar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan di depan wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 28 November 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan di depan wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 28 November 2017. Tempo/Amirullah Suhada.

    TEMPO.CO, Jakarta- Juru Bicara Istana Wakil Presiden Husain Abdullah menyampaikan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan banyak wejangan ketika Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto dan 31 Ketua DPD I Partai Golkar menemuinya.

    "Pak JK tadi memberikan wejangan bahwa partai seperti Golkar harus menjaga image yang baik, apalagi dalam keadaan tidak berkuasa," ujar Husain ketika dimintai keterangan perihal pertemuan tadi sore pada Kamis, 30 November 2017.

    Baca: Airlangga Hartarto: Saya Minhta Izin, Bukan Dukungan ke Jokowi

    Airlangga dan 31 Ketua DPD I Golkar menemui Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla hari ini. Adapun pertemuan tersebut untuk membahas situasi internal Golkar dan rencana pemilihan ketua umum pasca Setya Novanto ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Husain mengatakan JK banyak memberikan wejangan soal penyelamatan citra Golkar karena pemilihan kepala daerah 2018 serta pemilihan umum 2019 semakin dekat. Dikhawatirkan, jika citra dan internal Golkar tak segera diperbaiki, hal itu akan berdampak pada pencapaian Golkar di pemilihan umum nanti.

    Baca: Maju Sebagai Caketum Golkar, Airlangga Didukung 31 DPD

    "Begitu image rusak, maka otomatis survei turun, pindah ke partai lain," kata Husain.

    Selain memberikan wejangan soal perlu diselamatkannya citra Golkar, Husain mengatakan bahwa JK membahas soal perlu atau tidaknya diselenggarakan musyawarah nasional luar biasa Golkar. Hal itu untuk merespon keinginan DPD I agar Munaslub disegerakan. "Pembahasan berjalan lancar," ujar Husain.

    Secara terpisah, politisi Golkar Yorrys Raweyai mengklaim JK setuju Munaslub Golkar segera digelar. "Tadi dia cuma bilang ya segera Munaslub dan itu akan kita lakukan," ujar Yorrys.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.