Alasan KPK Meminta Sidang Praperadilan Setya Novanto Ditunda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta sidang praperadilan kedua yang diajukan tersangka kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) Setya Novanto, diundur.

    "Dalam sidang pertama ini, kami mengajukan minta waktu untuk mundur," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Kamis, 30 November 2017.

    Baca juga: KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Setya Novanto Ditunda

    Agus mengatakan, KPK telah mengajukan waktu tiga minggu sembari mempersiapkan pelimpahan berkas penyidikan Setya ke pengadilan. "Tapi nanti terserah pak Hakim mau memberikan berapa (waktunya)," ujar dia.

    Pada sidang praperadilan pagi tadi, hakim tunggal Kusno memutuskan menunda sidang praperadilan Setya Novanto selama satu pekan ke depan pada 7 Desember 2017.

    Sebelum itu KPK akan menyelesaikan pemeriksaan terhadap saksi yang meringankan Setya. "Itu kewajiban kita kan. Padahal yang mengajukan saksi yg meringankan kan belum lama. Jadi perlu waktu juga untuk memeriksa itu," kata Agus.

    Setya mengajukan permohonan praperadilan kedua pada 16 November 2017. Ketua Umum Partai Golkar itu menggugat penetapannya sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.

    Status tersangka Setya Novanto yang pertama gugur setelah permohonan praperadilannya dikabulkan oleh hakim tunggal Cepi Iskandar pada 29 September 2017. Hakim Cepi berasalan penetapan Setya sebagai sebagai tersangka oleh KPK tidak sah. Salah satu alasannya yaitu status tersangka Setya ditetapkan di awal penyidikan, tidak di akhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.