Dedi Mulyadi: Jokowi Beri Izin, Bukan Dukung Airlangga Hartarto

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airlangga Hartarto. TEMPO/Imam Sukamto

    Airlangga Hartarto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, sejauh ini, Presiden Joko Widodo hanya memberikan izin kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto untuk menjadi Ketua Umum Golkar. Dengan kata lain, Jokowi tidak menyatakan dukungan kepada Airlangga.

    "Enggak ada dukungan (dari Presiden Jokowi) ke calon tertentu," ujar Dedi kepada awak media setelah menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor, Kamis, 30 November 2017.

    Baca juga: Dukungan Airlangga Hartarto Pimpin Golkar Menguat

    Dedi bersama sejumlah ketua DPD Golkar mengunjungi Presiden Jokowi tadi sekitar pukul 10.30. Dalam kunjungan itu, beberapa hal soal Golkar disampaikan.

    Nah, salah satu hal yang disampaikan adalah dukungan ketua-ketua DPD Golkar kepada Airlangga untuk menjadi pengganti Ketua Umum Golkar nonaktif Setya Novanto, yang menjadi tersangka dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Airlangga beberapa hari lalu mengklaim sudah mendapatkan izin dari Presiden soal itu.

    Dedi menjelaskan, Jokowi tidak menyatakan dukungan kepada calon tertentu karena merasa kader Golkar lebih bisa memutuskan siapa yang tepat untuk memimpin mereka. Namun, kata Dedi, Jokowi berharap siapa pun yang memimpin Golkar bisa membawa stabilitas di partai dengan logo pohon beringin itu.

    "Yang penting, Golkar harus melahirkan pemimpin terbaik, yang bisa membawa perubahan dan menjaga soliditas partai," ujar Dedi.

    Rencananya, Dedi akan menyampaikan hasil pertemuan dengan Presiden pagi ini ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan itu rencananya digelar pada pukul 14.00. "Inti pertemuannya sama. Ini kan biar cepat selesai," tutur Dedi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?