Polisi Akan Klarifikasi Kepemilikan Senjata Api Fredrich Yunadi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fredrich mengungkapkan dirinya memiliki warisan kekayaan yang diturunkan secara turun-temurun.

    Fredrich mengungkapkan dirinya memiliki warisan kekayaan yang diturunkan secara turun-temurun. "Kan keturunan orang tua saya bukan saya sendiri. Zaman dulu tanah warisan nilainya cuma Rp 500 sekarang harganya bisa Rp 10 juta, kalau ratusan hektar itu berapa triliun uangnya?," ujar dia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto belum tahu kapan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, akan dipanggil. Pemanggilan Fredrich untuk mengklarifikasi ucapannya saat diwawancarai presenter Najwa Shihab beberapa waktu lalu dan terkait dengan kepemilikan senjata api.

    "Belum cek, kemarin dari Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) informasinya seperti itu," ujar Setyo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 30 November 2017. 

    Baca: Fredrich Yunadi Blak-blakan Soal Kekayaan dan Kemewahannya

    Dalam video, Fredrich mengatakan akan menembak jika merasa terancam. Ia juga mengaku telah mengantongi izin kepemilikan senjata api. "Lho, saya enggak takut. Saya sama siapa pun enggak takut. Di tengah jalan, saya tembak langsung orangnya. Saya enggak ragu-ragu, kok," tutur Fredrich dalam video tersebut.

    Ihwal ucapan Fredrich yang mengandung ancaman akan dipersoalkan atau tidak, Setyo menuturkan pihaknya belum memikirkan sejauh itu. "Mau nembak orang, yang diancam siapa? Korbannya siapa, harus ada," kata Setyo. 

    Simak: Hakim Konstitusi Saldi Isra Peringatkan Fredrich Yunadi

    Mengenai kepemilikan senjata api, menurut Setyo, terdapat sejumlah kriteria yang diperbolehkan memiliki senjata untuk kepentingan tertentu, misalnya olahraga dan senjata untuk bela diri. Calon pemilik senjata pun harus memenuhi kriteria ketat agar bisa lolos.

    Sedangkan kepemilikan senjata api oleh Fredrich, menurut Setyo, untuk kepentingan bela diri. Senjata bela diri diberikan kepada beberapa orang dengan kriteria tertentu.

    Lihat: Soal Tindak Lanjut Pernyataan Fredrich Yunadi, Ini Kata DJP

    "Misalnya dia direktur keuangan suatu perusahaan yang memang memerlukan. Karena ancamannya, dia memerlukan senjata api. Lalu, pengacara diberikan juga. Anggota DPR juga memenuhi kriteria untuk itu," kata Setyo. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.