Aher: Staf Ahli Jangan Mengeluhkan Pendapatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aher:  Staf Ahli Jangan Mengeluhkan Pendapatan

    Aher: Staf Ahli Jangan Mengeluhkan Pendapatan

    INFO JABAR - Staf ahli harus lebih optimal dalam memberi masukan kepada kepala daerah dan jangan hanya mengeluh soal status atau fasilitas serta pendapatan. Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutan pembukaan rapat koordinasi nasional (rakornas) staf ahli gubernur dan bupati atau wali kota se-Indonesia di Bandung, Rabu pagi, 29 November 2017.

    Rakornas digelar pada 28-30 November 2017 dan diikuti staf ahli gubernur dari 23 provinsi serta staf ahli bupati atau wali kota dari 17 kabupaten atau kota berjumlah lebih dari 400 orang.

    Ahmad meminta agar dalam Rakornas jangan dibicarakan soal keluhan dan curahan hati. “Tapi bicarakan optimalisasi peran staf ahli. Bagaimana caranya memberi masukan yang bisa mengakselerasi pembangunan,” ujarnya.

    Dengan begitu, kata Ahmad, rakornas akan memunculkan ikon baru di Bandung, yakni staf ahli gaya baru versi Bandung.

    Menurut Aher, sapaan akrab Ahmad, ada pandangan yang perlu diubah tentang staf ahli adalah pejabat yang terbuang. “Karena itu, ada pola kejiwaan yang tidak boleh terjadi. Pertama, dia (staf shli) tidak boleh merasa terbuang. Kedua, dia tidak boleh merasa aman karena saya sudah tidak terpakai lagi di jabatan struktural. Tapi, di Jawa Barat, enggak begitu,” ucapnya.

    Hal yang sama juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Mendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Hamdani, Tjahjo berkomitmen mengoptimalkan peran staf ahli. “Komitmen Kementerian Dalam Negeri dalam  mengoptimalkan peran para staf ahli kepala daerah tidak diragukan lagi,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.