Aher: Bangun Perumahan Perhatikan Aspek Lingkungan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aher: Bangun Perumahan Perhatikan Aspek Lingkungan

    Aher: Bangun Perumahan Perhatikan Aspek Lingkungan

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan para pengembang properti harus memperhatikan aspek lingkungan ketika menggarap proyek perumahan. “Saya sepakat teman-teman pengusaha properti atau perumahan betul-betul memperhatikan aspek lingkungan,” katanya dalam sambutan pembuka Musyawarah Daerah Real Estate Indonesia(REI) Jawa Barat di Bandung pada Rabu, 29 November 2011.
     
    Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, memuji langkah pengusaha perumahan dalam menata lingkungan. Menurut dia, perumahan memberikan kontribusi dalam memperbaiki tata ruang perkotaan dan perdesaan serta meningkatkan kebahagiaan bagi penghuninya. “Penataan perumahan lewat pengusahaan seperti ini akan lebih tertata dibandingkan dengan masyarakat membuat rumah masing-masing satu per satu,” ujarnya.
     
    Musda REI DPD Jawa Barat kali ini mengambil tema "Pengaruh Pembangunan Infrastruktur dan Kebijakan Pemerintah terhadap Bisnis Properti". Ketua Dewan Pimpinan Daerah REI Jawa Barat Irfan Frimansyah mengatakan pembangunan infrastruktur akan berdampak cukup berarti pada pemerataan ekonomi.
     
    Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat REI Sulaeman Sumawinata menuturkan infrastruktur merupakan faktor penentu proyek pembangunan properti. Pembangunan  properti bergerak ke arah ketersediaan infrastruktur. Menurut dia, Jawa Barat adalah salah satu pijakan pembangunan properti di Indonesia. “Jawa Barat dan DKI Jakarta itu pijakan. DKI itu sebenarnya titik sentral saja. Tapi pergerakan pembangunan properti sebetulnya ada di sekitarnya di Jawa Barat. Kalau lihat jalur Cikampek ke Cirebon itu, sebentar lagi juga akan seperti dari Cikampek ke Jakarta,” ucapnya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.