Pemerintah Keluarkan Dana Rp 320 Miliar untuk Banjir dan Longsor

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa karung berisi beras saat banjir melanda Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, 29 November 2017. Siklon tropis Cempaka mengakibatkan 114 titik bencana berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang di lima kabupaten/kota Yogyakarta. ANTARA

    Warga membawa karung berisi beras saat banjir melanda Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, 29 November 2017. Siklon tropis Cempaka mengakibatkan 114 titik bencana berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang di lima kabupaten/kota Yogyakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mengantisipasi dan menangani bencana banjir dan longsor. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan pemerintah telah mengeluarkan dana Rp 320 miliar.

    "Sampai dengan hari ini yang sudah dibagikan sebesar 320 miliar rupiah," ujar Willem di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

    Baca: Bengawan Solo Berstatus Siaga Merah

    Willem menjelaskan pemerintah awalnya menyiapkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk bencana banjir dan longsor. Namun, dana yang dikeluar hingga saat ini sudah mencapai Rp 320 miliar. "Jadi pemerintah sudah mengalokasikan dana cadangan sebesar 2 triliun rupiah, jadi dipakai sesuai dengan kebutuhan," katanya.

    Willem berujar dana siap pakai telah disalurkan sebelum terjadi banjir dan longsor untuk tahun 2017. Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk operasionalisasi posko, persiapan kesiapsiagaan, serta penanganan saat terjadi bencana. "Termasuk pada saat terjadi banjir dan longsor kan kita perlu untuk dana tanggap darurat," ucapnya.

    Ia menambahkan, di musim penghujan seperti sekarang ini, hampir seluruh daerah di Indonesia rawan banjir dan longsor. Ia menyebutkan, hampir separuh wilayah di setiap provinsi rawan terhadap banjir dan longsor di tahun ini. "Itu luas sekali, di Jawa, Bali , Sumatera, Kalimantan, banyak sekali," tuturnya.

    Baca: Warga Yogyakarta Diminta Sterilkan Bantaran Sungai

    William melanjutkan, di beberapa wilayah di Indonesia juga diberlakukan kesiapsiagaan bencana karena itu merupakan kebijakan pemerintah daerah masing-masing. "Kalau dipandang perlu, kalau seandainya masih ada ancaman bencana, itu bisa diperpanjang," ujarnya.

    Indonesia saat ini menghadapi musim penghujan. Di beberapa wilayah, seperti Pacitan dan Yogyakarta juga tengah dilanda banjir dan longsor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.