Cerita Bondan Winarno Jadi Caleg Gerindra dan Dana Rp 300 Juta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bondan Winarno. TEMPO/Yosep Arkian

    Bondan Winarno. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang acara televisi tentang kulinter Bondan Winarno meninggal di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, pada pukul 09.05, Rabu, 29 November 2017. Selain sebagai bintang kuliner, Bondan sempat menjadi calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Gerindra.

    Bondan masuk ke partai pimpinan Prabowo Subianto itu melalui jalur normal. Ia melamar saat Gerindra membuka pendaftaran caleg besar-besaran pada 2014.

    Baca juga: Pesan Terakhir Bondan Winarno yang Mengejutkan

    Saat itu, Bondan menyatakan, tidak dimintai sumbangan dengan jumlah tertentu, kecuali Rp 300 juta untuk dana saksi di Tempat Pemungutan Suara. "Ditanya bersedia iuran atau tidak, saya menyanggupi karena memang sudah dianggarkan," kata Bondan melalui pesan elektroniknya, Senin, 17 Februari 2014.

    Namun, menurut Bondan, ketika itu, dana tersebut belum diminta pihak partai. "Caleg lain juga belum dimintai," kata Bondan.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Fadli Zon menyebutkan, tidak ada yang istimewa dari penerimaan Bondan Winarno. "Pak Bondan lolos sampai tahap wawancara, sama saja kayak yang lain," kata Fadli saat itu.

    Fadli membenarkan, kemampuan finansial juga menjadi pertimbangan penerimaan caleg. "Tapi tidak jadi yang utama," kata dia. Setiap caleg, kata Fadli, punya modal sendiri-sendiri. Ada empat modal yang jadi pertimbangan Gerindra menerima caleg. Yaitu modal sosial, politik, kultural, dan finansial.

    Bondan gagal menjadi anggota DPR lantaran kalah dari Biem Triani Benyamin di daerah pemilihan Jakarta Selatan dan Pusat, serta luar negeri.

    Jenazah Bondan Winarno saat ini berada di rumah duka di Jalan Bangsawan Raya, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.