Selasa, 17 September 2019

Jokowi Minta Kebutuhan Logistik Pengungsi Gunung Agung Dipenuhi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPBD memasangkan masker kepada seorang anak pengungsi Gunung Agung di lokasi penampungan Desa Bebandem, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Petugas dan relawan mulai membagikan masker di sejumlah lokasi akibat gangguan abu vulkanis yang melanda kawasan selatan, tenggara dan timur Gunung Agung. ANTARA FOTO

    Petugas BPBD memasangkan masker kepada seorang anak pengungsi Gunung Agung di lokasi penampungan Desa Bebandem, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Petugas dan relawan mulai membagikan masker di sejumlah lokasi akibat gangguan abu vulkanis yang melanda kawasan selatan, tenggara dan timur Gunung Agung. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat Bali untuk tetap tenang dalam menghadapi musibah erupsi Gunung Agung. Ia mengimbau agar masyarakat  mengikuti saran serta imbauan pemerintah pusat dan daerah.

    "Yang masih berada di radius 8-10 kilometer dari Gunung Agung betul-betul harus mengungsi untuk keselamatan," ujar Jokowi saat ditemui awak media usai menghadiri acara CEO Forum di Raffles Hotel, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017.

    Baca: PVMBG: Gunung Agung Berpotensi Erupsi Lebih Besar

    Jokowi mengatakan sudah menginstruksikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, Badan SAR Nasional serta kementrian terkait untuk bekerja sama dan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah di Provinsi Bali. Jokowi meminta kepada pihak-pihak tersebut untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi. "Kalau bisa jangan sampai ada korban," ujarnya.

    Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan sudah ada 40 ribu orang pengungsi yang mengisi 217 titik pengungsian pasca-erupsi Gunung Agung. Hal itu dikatakan Pastika saat melakukan video conference dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa, 28 November 2017.

    Simak: Gunung Agung Erupsi, Gubernur Bali Sebut List Kebutuhan Mendesak

    Pastika meminta dukungan untuk menangani pengungsi yang jumlahnya bertambah. "Potensi jumlah pengungsi dari 22 desa (terdampak) jumlahnya kira-kira 70 ribu, kami akan terus tunggu," ujar Pastika dalam video conference tersebut.

    Dukungan yang diperlukan dari pemerintah pusat pun beragam, mulai dari logistik hingga akomodasi. Untuk 70 ribu pengungsi, kata dia, diperlukan ketersediaan beras hingga 25 ton per hari. "Juga uang lauk pauk sebesar Rp 10 ribu per kepala per hari. Kalau 70 ribu pengungsi, berarti Rp 700 juta per hari."

    Pastika berkata pihaknya membutuhkan tambahan peralatan akomodasi untuk pengungsian, mulai dari terpal, matras, selimut, hingga kompor dan alat masak. Dia pun meminta kelengkapan sarana air bersih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.