Gunung Agung Meletus, Jusuf Kalla: 24 Ribu Turis Tak Masuk Bali

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan di depan wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa, 7 November 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi keterangan di depan wartawan di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa, 7 November 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan erupsi Gunung Agung berdampak pada sektor pariwisata Bali. Kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata dipastikan menurun.

    "Pasti berdampak ke pariwisata karena pesawat tidak masuk," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

    Baca juga: Wapres JK: Bali Siap Menghadapi Bencana Gunung Agung

    Gunung Agung kembali  meletus pada Sabtu petang, 25 November 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun telah menaikkan status Gunung Agung pada 27 November 2017 pukul 06.00 Wita, dari siaga (level III) menjadi awas (level IV).

    Kalla mengatakan ada 8-9 ribu turis asing masuk ke Bali setiap hari. Erupsi Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu pekan lalu dipastikan mengganggu arus kedatangan turis ke Bali. Kalla tak memastikan perkiraan kerugian akibat erupsi tersebut terhadap sektor pariwisata.

    "Tentu Menteri Pariwisata ada hitungan. Tapi intinya itu, setiap hari ada kira-kira 8-9 ribu turis asing terganggu masuk ke Bali," ujarnya.

    Dengan perhitungan demikian, kata Kalla, selama tiga hari erupsi, berarti ada sekitar 24 ribu turis asing tidak masuk ke Bali.

    Terkait dengan penyelenggaraan event internasional, seperti Bali Democracy Forum, Kalla mengatakan penyelenggaraannya bisa saja dipindahkan ke Jakarta, terutama bila aktivitas Gunung Agung belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Rencananya, Bali Democracy Forum akan berlangsung pada 7-8 Desember 2017 di Nusa Dua, Bali.

    Adapun untuk rencana event IMF-World Bank Annual Meeting 2018, yang bakal digelar Oktober 2018, Kalla menuturkan hal tersebut akan dievaluasi sampai Maret atau April 2018. "Kalau keadaannya dinilai masih berbahaya, maka panitia akan evaluasi," ucapnya. Meski demikian, Kalla berharap erupsi Gunung Agung bisa berhenti pada awal tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.