Minggu, 22 September 2019

BKKBN Menjadi Tuan Rumah Konferensi Kependudukan Internasional

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BKKN Menjadi Tuan Rumah Konferensi Kependudukan Internasional

    BKKN Menjadi Tuan Rumah Konferensi Kependudukan Internasional

    INFO NASIONAL - Syahdunya langgam Jawa sayup-sayup menggema, tiga penari cantik masuk panggung utama dan menarikan tari asmoro dengan gemulai indah. Sajian budaya khas Yogyakarta membuka kegiatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)dalam acara pertemuan tahunan anggota Partners in Population and Development (PPD) 2017 dan Konferensi Internasional Antarmenteri untuk Kependudukan dan Pembangunan ke-14 di Ballroom Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, 28-30 November 2017.

    Kegiatan yang diikuti 26 negara anggota PPD dari beragam benua ini mengambil tema “Sustainable Cities, Human Mobility and International Migration: ASouth to South Perspective and Intervention Needs Test”.

    Dalam sambutannya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono mengharapkan agar pertemuan ini menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya 26 negara anggota yang telah hadir. “DIY bisa menjadi daerah percontohan keberhasilan program KB secara nasional, laju pertumbuhan penduduk DIY sebesar  1,04 persen, jauh di bawah rata-rata nasioanal yang 1,49 persen,” ujarnya.

    Sultan berharap para peserta konferensi bisa menghadiri kampung keluarga berencana (KB) percontohan di Desa Malang Rejo, Yogyakarta , untuk belajar bagaimana cara kampung KB tersebut berhasil mengatasi pertumbuhan penduduk. “Contoh keberhasilan DIY membangun program KB dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lainnya,” katanya.

    Executive Director United Nations Fund for Population Activities Natalia Kanem berharap Indonesia bisa berbagi komitmen dan mempererat kerja sama dalam hal keluarga berencana, khususnya revolusi demografi dan menumbuhkan kedamaian di Afrika.

    Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan sesuai dengan tema kegiatan ini, urbanisasi merupakan konsekuensi dari pembangunan. Dalam lima tahun terakhir, untuk pertama kalinya, dalam peradaban manusia modern, lebih banyak penduduk perkotaan daripada perdesaan. “Saat ini, diperkirakan 54 persen penduduk dunia tinggal di perkotaan, tapi perkembangan urbanisasi yang begitu cepat harus disertai dengan intervensi kebijakan yang tepat agar kualitas hidup masyarakat perkotaan dapat terjaga dengan baik,” ucapnya.

    Karena itu, kata Puan, semuanya harus  mengelola human mobility dengan baik, mampu memenuhi hak-hak migran, serta mencegah potensi masalah dan konflik di masa depan. “Melalui acara ini, kami mengharapkan agar formula, agenda, dan kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan dapat menjadi landasan kesepakatan bersama dalam pembangunan kependudukan. Saya juga berharap kita harus bergotong-royong bersama-sama, bersinergi dan bersatu padu, serta saling berkoordinasi dalam membahas hal-hal mengenai kemajuan kependudukan ke depannya.”

    Konferensi ini, ucap puan, jangan hanya menjadi seremonial belaka. “Namun harus menghasilkan keputusan-keputusan  yang nantinya bisa membawa manfaat bagi pembangunan manusia dan pembangunan kependudukan bagi seluruh bangsa yang ada di muka bumi ini,” kata Puan sekaligus selaku wakil pemerintah Indonesia membuka acara secara resmi.

    Sementara itu, Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal menjelaskan, penyelenggaraan konferensi internasional kependudukan ini dilaksanakan di Indonesia adalah BKKBN ingin berperan nyata dalam dunia internasional dan menjadi guru dunia dalam bidang KB. “PPD ini salah satu yg di inisiasi Indonesia tepatnya pada 1994 dan sekarang perannya semakin nyata dalam menyegarkan komitmen pemerintah mendukung penuh baik yang berkaitan dengan bidang kelahiran, kesehatan perempuan, juga pengentasan kemiskinan,” tuturnya.

    Program kampung KB di Indonesia, ujar Nofrijal, yang baru lahir dua tahun ini akan dikemas menjadi program unggulan di dunia internasional. “Program ini efektif menanggulangi perkembangan jumlah orang di daerah terpencil, jauh, dan mengalami masalah dalam hal kependudukan.”

    Nofrijal mengharapkan agar BKKBN bangkit kembali serta seluruh rakyat indonesia harus mengenal bahwa program perencanaan hidup sehat itu sangat penting. “ Jadi tidak hanya perencanaan hidup sehat, tapi juga peningkatan pendapatan dalam keluarga, pengasuhan ibu di rumah tangga, dan pembinaan anak-anak remaja. Hal itu sangat penting.” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.