Jumat, 14 Desember 2018

Menhan: Pembelian 11 Pesawat Sukhoi Su-35 Sudah Selesai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukhoi SU-35 adalah pesawat tempur multi peran generasi 4++ yang mengusung teknologi generasi kelima. Radarnya, Irbis-E, mampu mendeteksi hingga 400 km dan rudal bawaanya, udara-ke udara dan udara ke darat, sangat mematikan. AP/Kamran Jebreili

    Sukhoi SU-35 adalah pesawat tempur multi peran generasi 4++ yang mengusung teknologi generasi kelima. Radarnya, Irbis-E, mampu mendeteksi hingga 400 km dan rudal bawaanya, udara-ke udara dan udara ke darat, sangat mematikan. AP/Kamran Jebreili

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyampaikan masalah pesawat Sukhoi Su-35 Flanker E dari Rusia sudah selesai dengan jumlah pembelian 11 unit.

    "Lho, kok, nanya terus, sih. Masalah Sukhoi sudah selesai. Kita beli 11 unit, bukan delapan unit. Kalau beli delapan unit, itu namanya korupsi," ujarnya setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Selasa, 28 November 2017.

    Baca juga: Menteri Ryamizard: Beli Sukhoi dengan Barter Sesuai Undang-Undang

    Seperti diketahui, Indonesia dan Rusia bersepakat melakukan jual-beli 11 pesawat Sukhoi Su-35 dengan mekanisme imbal dagang. Dengan kata lain, pembelian satu pesawat tempur dengan nilai lebih-kurang US$ 90 juta tersebut bisa menggunakan komoditas dagang, bukan uang.

    Ryamizad menyebutkan 11 unit pesawat Sukhoi Su-35 itu dibeli. "Enggak ada barter, tapi dibeli," katanya.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pembelian pesawat Sukhoi Su-35 Flanker E dari Rusia dengan cara imbal beli atau barter terus dilakukan.

    Baca juga: Selain Sukhoi, Kapal Selam Nagapasa 403 Sampai di Indonesia Agustus 2017

    "Prosesnya masih jalan. Sistemnya barter (imbal beli), masih dalam proses, salah satunya dengan karet karena Rusia sedang membutuhkan karet," ucapnya seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia di gedung Kementerian Perdagangan, Rabu, 23 Agustus lalu.

    Baca juga: Beli Pesawat Sukhoi Rusia, Indonesia Bayar Pakai Komoditas Ekspor

    Awalnya, Sukhoi Su-35 akan dilepas pemerintah Rusia seharga US$ 150 juta per unit. Namun, setelah melalui berbagai tahap negosiasi, termasuk dalam hal spesifikasi pesawat tempur itu, disepakati harga US$ 90 juta per unit yang bisa digantikan dengan komoditas Indonesia.

    MOH. KHORY ALFARIZI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.