KPK Bawa Setya Novanto ke RSCM untuk Cek Kesehatan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 23 November 2017. KPK melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik. ANTARA

    Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 23 November 2017. KPK melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan KTP elektronik. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi membawa Setya Novanto ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo untuk menjalani pemeriksaan. Sebelumnya, tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP ini menjalani perawatan di RSCM setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dua pekan lalu.

    "Siang ini SN ke RSCM untuk lakukan kontrol setelah rawat inap," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan, Selasa, 28 November 2017.

    Baca juga: 
    Ajukan 14 Saksi, Setya Novanto Diduga Mengulur Waktu Pemeriksaan

    Febri mengatakan pengecekan kondisi kesehatan Setya dilakukan oleh tim dokter yang sebelumnya merawatnya. "Tim dokter yang lakukan perawatan terhadap SN sebelumnya akan lakukan pengecekan perkembangan kesehatan setelah rawat inap dinyatakan tidak diperlukan lagi beberapa waktu yang lalu," tuturnya.

    Setya Novanto mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, pada Kamis, 16 November 2017, sekitar pukul 18.30. Mobil yang ditumpanginya menabrak pohon dan tiang listrik.

    Kecelakaan itu terjadi sehari setelah Setya Novanto menghilang ketika hendah dijemput paksa KPK di rumahnya pada Rabu malam, 15 November 2017. Saat itu, KPK menyatroni di rumahnya hingga Kamis dinihari, 16 November 2017.

    Simak pula:

    KPK Bekukan Rekening Setya Novanto dan Keluarga 

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, setelah kecelakaan. Namun, sehari kemudian, Setya Novanto dipindahkan ke RSCM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.