Khofifah Belum Menyerahkan Surat Pengunduran Diri ke Presiden, Gus Sholah: Itu Terserah Presiden

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salahudin Wahid atau Gus Solah ketika menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Tebu Ireng. TEMPO/Darma Wijaya

    Salahudin Wahid atau Gus Solah ketika menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Tebu Ireng. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengatakan pengunduran diri Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jawa Timur bergantung kepada Presiden Joko Widodo. Ia menjelaskan bahwa bupati, wakil bupati, gubernur, wakil gubernur yang maju sebagai calon tidak perlu mundur dari jabatannya, cukup cuti.

    “Menteri juga begitu, kecuali Presiden mengganti dia,” kata Gus Sholah saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 November 2017. Gus Sholah adalah salah satu pemimpin pesantren di Jawa Timur yang mendukung Khofifah untuk mengikuti Pilkada Jawa Timur.

    Baca: Gus Sholah: Khofifah Tak Perlu Mundur dari ...

    Khofifah berjanji menyampaikan surat tertulis kepada Jokowi pada Senin, 27 November 2017. “Insya Allah besok akan menyampaikan surat tertulis ke Bapak Presiden melalui Kementerian Sekretaris Negara,” ujar Khofifah saat menghadiri resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution di Medan, Sumatera Utara, Ahad, 26 November 2017

    Di dalam surat itu, Khofifah kami menyampaikan informasi bahwa ia mendapat rekomendasi Partai Golkar dan Demokrat untuk mengikuti Pilkada Jawa Timur. Khofifah menggandeng Bupati Trenggalek, Emil Dardak sebagai pasangannya. Namun, sampai saat ini Khofifah belum menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai menteri kepada Presiden.

    Khofifah mengatakan akan meminta arahan kepada Jokowi melalui surat itu. Sebab, jumlah kursi Golkar dan Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur sebagai partai pendukungnya telah memenuhi syarat mencalonkan diri. 

    Dewan Pengurus Pusat Partai Golongan Karya resmi mencalonkan Menteri Sosial Khofifah IndarParawansa dan Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur 2018. Golkar merupakan partai kedua setelah Partai Demokrat yang menyerahkan SK secara resmi kepada Khofifah dan Emil. 

    Baca juga: Maju Pilgub Jatim, Khofifah Baru Lapor Lisan ke ...

    Partai Demokrat dan Partai Golkar masing-masing memiliki 13 dan 11 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur. Dengan dukungan dua partai ini, Khofifah dan Emil sudah dapat mendaftar sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

    Di Pilkada Jawa Timur, Khofifah - Emil akan berhadapan dengan pasangan Saifullah Yusuf – Abdullah Azwar Anas. Saifullah kini Wakil Gubernur Jawa Timur dan Anas bupati Banyuwangi. Gerindra kemungkinan mengusung La Nyalla Matalitti, namun belum mendeklarasikannya.

    Beberapa partai belum mengumumkan dukungannya kepada para bakal calon kepala daerah dalam Pilkada Jawa Timur. Di antaranya Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Hanura dan Partai Nasdem. Sedangkan Partai Amanat Nasional akan mengusung kadernya sendiri dan menciptakan poros baru. Namun belum mengumumkan calonnya untuk Pilkada Jawa Timur.  

    KARTIKA ANGGRAENI | IIL ASKAR MONZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.