Ajukan 14 Saksi, Setya Novanto Diduga Mengulur Waktu Pemeriksaan

Ketua DPR Setya Novanto kembali menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 23 November 2017. Setya Novanto juga diperiksa dalam kasus kecelakaan mobil Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpanginya. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menilai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, sedang berupaya mengulur waktu pemeriksaan dengan cara mengajukan banyak saksi meringankan dalam pemeriksaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Anggota Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia, Julius Ibrani, menduga hal itu dilakukan Setya supaya KPK tidak bisa melimpahkan berkas ke pengadilan sebelum sidang praperadilan Setya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 30 November 2017.

Baca: KPK Bekukan Rekening Setya Novanto dan Keluarga

English version: KPK Freezes Bank Accounts of Setya Novanto and His Family

“Dia selalu berakrobat saat pemeriksaan,” kata Julius, Senin, 27 November 2017. Setya selama ini juga tidak kooperatif dalam penyidikan. Dia beberapa kali mangkir dari panggilan KPK. Ia bahkan sempat beralibi sakit parah akibat mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik.

Menurut Julius, sebaiknya KPK mengabaikan permintaan Setya untuk memeriksa para saksi tersebut dalam penyidikan. Apalagi Setya mengajukan hingga 14 saksi. “Tidak perlu diperiksa di penyidikan, diperiksa di pengadilan kan enggak apa-apa,” katanya.

Senada dengan Julius, peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Hendri, mendorong agar KPK segera melimpahkan berkas Setya ke pengadilan. Sebab, KPK sudah memiliki minimal dua alat bukti yang cukup. Apalagi, dia mengimbuhkan, tidak seluruh saksi yang diajukan Setya memenuhi panggilan KPK. “Enggak perlu lagi nunggu-nunggu. Ngapain?” ujarnya.

Baca: Diperiksa untuk Setya Novanto, Politikus Golkar Ini Irit Bicara

Senin, 27 November 2017, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan saksi meringankan dan lima saksi ahli untuk Setya. Sembilan saksi meringankan yang diminta Setya itu berasal dari Golkar. Mereka adalah Rudi Alfonso, Melky Lena, Anwar Puegeno, Idrus Marham, Agun Gunanjar, Robert Kardinal, Aziz Syamsudin, Maman Abdurrahman, dan Erwin Siregar. Sedangkan lima saksi ahli yang dipanggil adalah Mudzakir, Romly Atmasasmita, Samsul Bakri, Suspandji, dan Margarito Kamis.

Dari keempat belas saksi itu, hanya tiga yang hadir, yakni Maman, Aziz, dan Margarito. Dua orang mengirim surat pemberitahuan tidak bisa hadir, yaitu Idrus dan Melky. Sedangkan sembilan lainnya mangkir.

Menurut Margarito, dia diperiksa untuk menjelaskan seputar prosedur pemeriksaan terhadap anggota Dewan. Menurut dia, pemeriksaan Setya sebagai tersangka mesti atas izin presiden. “Itu yang saya jelaskan,” ujarnya. Sedangkan Maman berujar menyampaikan pernyataan Setya kepadanya. “Beliau pernah menyampaikan kepada saya bahwa (dia) tidak terlibat,” ujarnya, Senin, 27 November 2017.

Baca juga: Kasus-kasus Setya Novanto Sebelum E-KTP, Mulai Bank Bali Sampai Limbah Beracun

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pemeriksaan saksi yang diminta Setya tak bakal memperlambat proses pelimpahan berkas perkara ke pengadilan. “Enggak akan, kami sudah punya rencana,” ujarnya, Senin, 27 November 2017.

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menampik anggapan pihaknya sengaja mengulur waktu. “Baca dong, Pasal 65 KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana),” ujarnya. Pasal tersebut menyatakan bahwa tersangka atau terdakwa berhak mengusahakan dan mengajukan saksi yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.

ARKHELAUS WISNU






5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

6 jam lalu

5 Fakta Kasus Ferdy Sambo Cs: P21, Ferdi Diansyah, dan Konsorsium 303

Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo Cs menambahkan beberapa kasus P21, Ferdy Diansyah, dan konsorsium 303.


Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

21 jam lalu

Firli Bahuri Desak Kasus Formula E Naik ke Penyidikan, Anies Baswedan Hanya Tersenyum

Keinginan Firli untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka ini diduga berhubungan dengan isu Pilpres 2024.


Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

22 jam lalu

Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

Peringatan setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Institute dan AJI Jakarta meluncurkan Buku "Perlawanan Sehormat-hormatnya". Siapa saja yang hadir?


Politikus NasDem Sebut Kasus Formula E Clear saat Anies Baswedan Beri Keterangan

1 hari lalu

Politikus NasDem Sebut Kasus Formula E Clear saat Anies Baswedan Beri Keterangan

Sejumlah sumber Tempo mengungkapkan adanya upaya sistematis membuat Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus Formula E.


Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

1 hari lalu

Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

Partai NasDem meminta KPK mengklarifikasi kabar soal upaya menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Formula E.


Manuver Firli Menjegal Anies Baswedan

1 hari lalu

Manuver Firli Menjegal Anies Baswedan

Ketua KPK Firli Bahuri ditengarai meminta anak buahnya segera menetapkan Anies Baswedan menjadi tersangka korupsi ...


Harun Masiku Buron KPK Lebih 2 Tahun, Firli Bahuri Tak Tahu Kapan Tertangkap

1 hari lalu

Harun Masiku Buron KPK Lebih 2 Tahun, Firli Bahuri Tak Tahu Kapan Tertangkap

Lebih dari 2 tahun Harun Masiku jadi buron KPK, hingga kini kasusnya belum terang. Firli Bahuri menyebut tak tahu kapan politisi PDIP akan tertangkap


Pernah Viral Soal G30S TWK Pegawai KPK dan IM57+ Institute, Apa Maksudnya?

1 hari lalu

Pernah Viral Soal G30S TWK Pegawai KPK dan IM57+ Institute, Apa Maksudnya?

57 pegawai KPK yang dipecar pada 30 September 2021 mendirikan organisasi nirlaba bernama IM57+ Institue.


Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

1 hari lalu

Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

Setahun lalu, 57 pegawai KPK dipecat karena dianggap tidak lolosTWK. Pertisiwa ini pun dikenal sebagai G30S TWK.


Soal Kasus Lukas Enembe, Mahfud MD: Jika Tak Ada Penyalahgunaan, Saya Jamin Dia Tidak Diapa-apakan

1 hari lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, Mahfud MD: Jika Tak Ada Penyalahgunaan, Saya Jamin Dia Tidak Diapa-apakan

Mahfud MD menjamin pemeriksaan Lukas Enembe sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, termasuk memberikan perlindungan hukum kepadanya jika tak salah