Gunung Agung Erupsi, BNPB Lakukan Pendataan Pengungsi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga tengah menggendong putranya di kawasan tenda darurat warga, saat Gunung Agung kembali mengeluarkan abu vulkanik di Karangasem, Bali, 27 November 2017. AP Photo

    Seorang warga tengah menggendong putranya di kawasan tenda darurat warga, saat Gunung Agung kembali mengeluarkan abu vulkanik di Karangasem, Bali, 27 November 2017. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan pendataan terhadap para pengungsi Gunung Agung di Bali. Menurut Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan saat ini data jumlah pengungsi belum valid.

    Sutopo mengatakan, masih ada masyarakat yang belum mau mengungsi. "Mereka tidak mau mengungsi karena merasa masih aman. Untuk itu, kami terus mengimbau kepada mereka untuk segera mengungsi. Selama berada di pengungsian, pemerintah pasti akan memenuhi kebutuhan dasarnya," ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 November 2017.

    Baca: BNPB Siapkan Skenario Terburuk Erupsi Gunung Agung

    Menurut Sutopo, pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan penyediaan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, air bersih, sanitasi, masker, pelayanan kesehatan, pendidikan darurat, selimut dan kebutuhan dasar lainnya.

    "Banyak bantuan dari masyarakat sekitar, dari lembaga-lembaga, dari dunia usaha. Kan ini mengungsi bukan yang pertama, sebelumnya kan juga masih mengungsi terus," kata Sutopo.

    Masyarakat yang tinggal di Gunung Agung sudah mengungsi sejak gunung itu ditetapkan statusnya menjadi awas pada September 2017. Namun, sebagian pengungsi sudah kembali ke tempat asal ketika status gunung diturunkan menjadi level siaga.

    Baca: Abu Gunung Agung Mencapai Ketinggian 4.000 Meter

    Ketika kini Gunung Agung erupsi, Sutopo mengimbau masyarakat tetap di pengungsian agar terhindar dari dampak buruk. "Yang dikhawatirkan letusan vertikal magma terus keluar. Lava yang keluar itu sebelumnya berada di dalam kawah. Kalau sudah penuh akan luber menjadi awan panas," ujarnya.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi menaikkan status Gunung Agung dari level siaga ke awas sejak Senin, 27 November 2017, pukul 06.00 Wita. Lembaga ini juga merekomendasikan perluasan daerah zona berbahaya dalam radius 8 kilometer dan khusus di sektor Utara-Timur Laut dan Tenggara-Selatan-Barat Daya sejauh 10 kilometer. Zona untuk perkiraan bahaya itu bersifat dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.