Diperiksa untuk Setya Novanto, Politikus Golkar Ini Irit Bicara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aziz Syamsudin. TEMPO/Imam Sukamto

    Aziz Syamsudin. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Aziz menjadi saksi yang meringankan untuk tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto.

    Aziz mengaku mendapatkan undangan dari KPK. "Untuk memberikan keterangan yang menguntungkan tersangka, makanya saya hadir," kata Aziz di kantor KPK, Jakarta, Senin, 27 November 2017. Aziz datang sekitar pukul 15.00 dan keluar pukul 16.25.

    Baca juga: Saksi Meringankan Setya Novanto, Wasekjen Golkar Diperiksa KPK

    Selesai diperiksa, anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini tak banyak bicara soal pemeriksaannya. Ia juga enggan membeberkan kesaksian yang menguntungkan koleganya di partai. "Silakan nanti penyidik yang menyampaikan, jangan saya," ujarnya.

    Aziz menjawab pertanyaan awak media soal pemeriksaannya termasuk ketika ditanya berapa banyak pertanyaan yang diajukan penyidik dan kesaksian yang meringankan. Dengan jawaban yang sama, dia mengatakan, "Saya sudah sampaikan ke penyidik nanti silakan penyidik yang menyampaikan."

    Aziz diperiksa sebagai saksi untuk meringankan sangkaan Setya Novanto, Ketua Umum Partai Golkar. Aziz diperiksa berbarengan dengan jadwal pemeriksaan Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Maman Abdurrahman dan saksi ahli hukum tata negara, Margarito Kamis.

    Baca: Abraham Samad Yakin KPK Menang Praperadilan atas Setya Novanto

    Rencananya, hari ini pihak kuasa hukum Setya Novanto mengajukan sembilan orang saksi dan lima ahli meringankan. KPK menyatakan saksi yang dihadirkan meliputi politikus Partai Golkar, baik yang menjadi anggota DPR, tenaga ahli Ketua DPR, ataupun pengurus Partai Golkar. Sedangkan untuk ahli, empat orang merupakan ahli pidana dan satu orang adalah ahli hukum tata negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.