Ketua DPD Golkar DKI: Airlangga Cocok dengan Generasi Milenial

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers terkait kinerja tiga tahun kementrian yang dipimpinnya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Timur, 23 Oktober 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers terkait kinerja tiga tahun kementrian yang dipimpinnya di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta Timur, 23 Oktober 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi, mengatakan Airlangga Hartarto layak menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar. Menurut dia, bila dipimpin Airlangga maka Golkar akan disukai oleh generasi milenial.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini menjelaskan tantangan politik yang dihadapi Golkar di zaman ini berbeda jauh dengan era awal reformasi. Ia meyakini Golkar akan menjadi pemenang bila pemimpinnya mampu membaca tuntutan zaman serta sesuai dengan selera 'zaman now'.

    Baca: Idrus Marham dan Airlangga Calon Kuat Ketua Umum Partai Golkar

    "Semua keunggulan yang dimiliki Golkar akan menjadi maksimal dalam memenangkan Golkar dalam kompetisi politik baik daerah maupun nasional kalau dipimpin oleh Airlangga Hartarto," katanya dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 November 2017.

    Ia menjelaskan sejumlah alasan mengapa Airlangga tepat menggantikan Setya Novanto. Airlangga, kata Fayakhun, sosok yang sangat familiar dengan dunia teknologi informasi.

    "Dia tak hanya mengerti, tapi dia adalah pengusaha yang memanfaatkan kecanggihan digital baik dalam bisnis, organisasi, maupun dalam mengemban tugas-tugas negara," ucapnya.

    Alasan kedua, pembawaan Airlangga dinilai mewakili selera milenial. "Trendi, bersahabat, dan tak berjarak. Airlangga jauh dari kesan ngebosi, sesuatu yang tidak disukai generasi milineal," tuturnya.

    Baca: Saat Ketua Umum Kadin Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar

    Selain itu, Airlangga dianggap memiliki kecerdasan dan intelektual dalam berkomunikasi serta bergaul. Fayakhun berujar era milenial saat ini adalah eranya transparan. "Ketua umum harus siap berdialog secara cerdas kapan pun, di manapun, dan dalam kondisi apapun. Airlangga mempunyai kemampuan untuk itu," kata dia.

    Fayakhun menuturkan pada dasarnya Golkar memiliki syarat-syarat ideal untuk menjadi partai pemenang, yaitu banyak kader yang berkualitas, infrastruktur Golkar lengkap, dan sumber dana yang lebih baik. "Tapi semua keunggulan ini bisa menguap tak bermakna jika Golkar dipimpin oleh sosok yang tidak memiliki visi dan kedekatan dengan selera melinial," ujarnya.

    Airlangga kemungkinan akan bersaing ketat dengan Idrus Marham. Dua nama ini yang dianggap paling kuat untuk menggantikan Setya Novanto yang kini ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

    Idrus Marham saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas ketua umum. Ia ditunjuk langsung oleh Setya Novanto lewat sepucuk surat yang dikirimkan ke DPP Partai Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.