KPK: 2 Sketsa Penyerang Novel Baswedan Bukti Temuan Berkembang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang melakukan jumpa pers terkait penetapan tersangka baru dalam kasus E-KTP di Gedung KPK, Jakarta, 17 Juli 2017. KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan E-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Wakil Ketua KPK Saut Situmorang melakukan jumpa pers terkait penetapan tersangka baru dalam kasus E-KTP di Gedung KPK, Jakarta, 17 Juli 2017. KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan E-KTP yang merugikan negara Rp2,3 triliun. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang merespons pengungkapan kembali sketsa dua wajah terduga pelaku penyerangan Novel Baswedan. Menurut dia, pengungkapan itu menunjukan perkembangan pengusutan kasus penyerangan Novel.

    "Kan itu namanya temuan-temuan berkembang. Temuan berkembang itu bisa saja berbeda kan, satu bilang begitu, yang satu lihat alisnya, itu biasa berkembang," kata Saut di kantor KPK, Jakarta, Senin, 27 November 2017.

    Baca: Sketsa Penyerang Novel Baswedan Disebar, Polisi Dapat 290 Telepon

    Kepolisian Daerah Metro Jaya menunjukkan dua sketsa wajah terduga pelaku penyerang Novel Baswedan di Gedung KPK pada Jumat, 24 November 2017. Menurut Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis, sketsa tersebut berhasil dibuat setelah melakukan rangkaian pemeriksaan terhadap 66 saksi.

    Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, menunjukkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, 24 November 2017. KPK dan Polda Metro Jaya membahas perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras ke penyidik senior Novel Baswedan. TEMPO/Imam Sukamto

    Idham mengatakan detail sketsa tersebut diperoleh dari dua saksi dengan inisial S dan SN. Selain itu, hasil temuan ini berkat kerja sama Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusnafis) Polri dengan Australian Federal Police dalam menyelidiki sejumlah CCTV di tempat kejadian perkara.

    Penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Ia diserang menggunakan air keras oleh dua orang tak dikenal setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan yang lokasinya dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga kini, pelaku penyerangan belum tertangkap.

    Baca: Begini Ciri-ciri Dua Penyerang Novel Baswedan

    Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriani mengatakan rilis dua sketsa belum membuktikan adanya kemajuan signifikan dalam penanganan kasus Novel. “Faktanya, dua terduga pelaku tersebut masih belum diketahui keberadaanya, lamanya waktu dalam menemukan pelaku akan sangat berpengaruh pada kemungkinan dihilangkannya barang bukti,” kata Yati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?