Relawan KOCAK Dukung Duet Jokowi dan Cak Imin di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pemuda asal Solo mendeklarasikan Relawan Kocak yang memberikan dukungan kepada Jokowi-Cak Imin untuk maju dalam pilpres 2019. Mereka menilai dua tokoh itu merupakan sosok pemimpin terbaik (FOTO:AHMAD RAFIQ)

    Puluhan pemuda asal Solo mendeklarasikan Relawan Kocak yang memberikan dukungan kepada Jokowi-Cak Imin untuk maju dalam pilpres 2019. Mereka menilai dua tokoh itu merupakan sosok pemimpin terbaik (FOTO:AHMAD RAFIQ)

    TEMPO.CO, Solo - Puluhan pemuda mendeklarasikan dukungan terhadap pencalonan Joko Widodo (Jokowi) - Muhaimin Iskandar dalam pemilihan presiden 2019. Deklarasi Relawan KOCAK itu dilakukan di sebuah restoran di Kota Solo, Jawa Tengah. Ahad 26 November 2017.

    Koordinator Relawan Kocak, Wisnu Arya mengatakan bahwa dukungan tersebut berawal dari obrolan di sosial media. "Kami saling mengobrol tentang sosok pemimpin yang ideal," katanya.

    Baca juga: Jusuf Kalla Ungkap Kriteria Calon Wapres untuk Jokowi pada 2019

    Pembocaraan di sosial media itu menurutnya mengerucut ke nama dua tokoh itu. "Setelah mengadakan jumpa darat, kami memutuskan untuk mendeklarasikan berdirinya Relawan Kocak ini," katanya.

    Menurutnya, Jokowi pantas untuk kembali dicalonkan dalam pemilihan presiden 2019. "Prestasinya tidak perlu diragukan," katanya. Mereka menganggap Jokowi sudah mampu merealisasikan program-program pembangunan.

    Sedangkan Muhaimin atau yang biasa disapa dengan panggilan Cak Imin dianggap mampu mengatasi berbagai persoalan, terutama serangan dari kelompok radikal. "Cak Imin merupakan tokoh Islam Nusantara yang akan mampu mengatasi persoalan ini," katanya.

    Menurut Wisnu, hingga kini kelompok relawan itu baru memiliki anggota 50 orang dari berbagai latar belakang. "Kami akan terus berusaha meraih dukungan dari banyak kalangan," katanya.

    Hingga saat ini kelompok pendukung Jokowi-Cak Imin itu juga belum memiliki jejaring di kota lain. "Semua anggota masih berasal dari Kota Solo," katanya. Dia yakin masih memiliki banyak waktu untuk membangun jaringan di banyak kota, termasuk melalui jejaring di sosial media.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.