Minggu, 15 September 2019

Bandara Ngurah Rai Belum Terkena Dampak Abu Gunung Agung

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Desa Adat Tuban, Bali, 28 Maret 2017. Selama 24 jam bandara internasional itu berhenti beroperasi saat Hari Raya Nyepi, kecuali apabila ada pesawat yang harus mendarat darurat. Johannes P. Christo

    Seorang Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berpatroli di pintu masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 di Desa Adat Tuban, Bali, 28 Maret 2017. Selama 24 jam bandara internasional itu berhenti beroperasi saat Hari Raya Nyepi, kecuali apabila ada pesawat yang harus mendarat darurat. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, belum terkena dampak dari abu vulkanik Gunung Agung. Sebaran abu terbawa angin ke arah timur-tenggara.

    "Masih nihil," kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, di Kuta, Kabupaten Badung, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu, 26 November 2017.

    Belum terpengaruhnya bandara dari abu vulkanik ini dibuktikan dengan paper test yang dilakukan pihak bandara. Karena itu, operasional bandara masih normal, meski sejumlah maskapai penerbangan membatalkan jadwal dari dan menuju Bali.

    Baca juga: Gunung Agung Erupsi 6.142 Meter, PVMBG: Status Penerbangan Merah

    Sejak erupsi pada Sabtu hingga hari ini, sudah ada 26 jadwal penerbangan membatalkan rute keberangkatan dan kedatangan di Bali. Sebagian besar jadwal penerbangan itu melayani rute internasional dari maskapai berbendera asing, di antaranya Jetstar, Virgin Airlines, KLM, Air Asia Malaysia, Qantas Airways, Cathay Airlines, Malindo Air, dan Hong Kong Airlines.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menambahkan, pembatalan jadwal tersebut merupakan kebijakan masing-masing maskapai meski bandara setempat beroperasional normal.

    Terkait dengan penanganan penumpang, Arie menambahkan, calon penumpang ditangani oleh maskapai penerbangan sendiri. "Meski demikian bagi maskapai berbiaya murah yang kemungkinan tidak menyediakan akomodasi, calon penumpang masih bisa menggunakan area publik di sekitar bandara untuk beristirahat sejenak," ujar Arie.

    Baca juga: BNPB: Debu Erupsi Gunung Agung Mengarah ke Lombok

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan level peringatan penerbangan menjadi merah menyikapi aktivitas Gunung Agung yang erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 6.142 meter di atas permukaan laut.

    PVMBG melalui Vulcano Observatory Notice to Aviation (VONA) mengeluarkan status baru untuk peringatan penerbangan itu pada Minggu, 26 November, menjadi red setelah sebelumnya berada dalam status orange.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.