34 DPD I Golkar Dukung Hasil Rapat Pleno DPP Soal Setya Novanto

Ketua DPD Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae (tengah) menyampaikan hasil pertemuan tertutup DPD Partai Golkar se-Indonesia di Jakarta, Rabu, 26 November 2014. ANTARA/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Forum Silaturahmi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Ridwan Bae mengatakan sebanyak 34 pengurus DPD tingkat I mendukung hasil keputusan rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat yang membahas posisi Ketua Umum Setya Novanto. Sikap ini diambil setelah menerima penjelasan DPP Golkar soal hasil rapat pleno 21 November 2017 dalam rapat DPD tingkat I seluruh Indonesia.

“DPD memahami dan konsisten mendukung dan melaksanakan keputusan yang dimaksud,” kata Ridwan Bae seusai rapat DPP dan DPD I  Partai Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu malam, 25 November 2017.

Simak: Mengapa Jusuf Kalla Ingin Ganti Setya Novanto Sebelum Pemilu?

Meski begitu, Ridwan Bae mengatakan seluruh kader tetap akan mencermati dinamika politik yang ada. Menurut dia komitmen pengurus daerah untuk tetap mengikuti hasil pleno berdasarkan aturan organisasi partai dan AD/ART Partai Golkar. “Kita tetap mencermati dinamika yang ada dan berkomitmen melaksanakan,” ujarnya.

DPP Partai Golkar mengumpulkan seluruh DPD Tingkat I partai penguasa Orde Baru itu. Tujuannya untuk berkoordinasi dan menyampaikan hasil rapat pleno membahas posisi Setya Novanto. Dimulai sekitar 19.45, sebanyak 34 perwakilan DPD hadir dalam rapat yang tak lebih dari satu jam tersebut.

Sebelumnya, rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan menerima Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum. Nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat akan dibahas sambil menunggu hasil sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Lihat: Adili Praperadilan Setya Novanto, Begini Kiprah Hakim Kusno

Keputusan ini dicapai setelah pengurus DPP menggelar rapat pleno pada Selasa, 21 November 2017. Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid selaku pimpinan rapat pleno mengatakan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan suasana batin Setya, para kader, dan konstituennya.

Seusai rapat pada 25 November 2017, Nurdin mengatakan syarat praperadilan menjadi patokan. Jika permohonan praperadilan Setya Novanto ditolak hakim PN Jakarta Selatan, kata Nurdin, musyawarah nasional bakal digelar. “Yang pasti sudah dinyatakan bahwa apabila praperadilan ditolak, maka rapat pleno digelar untuk pelaksanaan Munas,” ujarnya.






Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

5 hari lalu

Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya terbuka jika Ridwan Kamil ingin bergabung. Tapi semua tergantung Ridwan Kamil sendiri.


Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

21 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


PSI Sambangi Golkar, Mau Merapat ke KIB?

42 hari lalu

PSI Sambangi Golkar, Mau Merapat ke KIB?

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha menyambangi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor Partai Golkar, Slipi.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

54 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Beri Pembekalan Antikorupsi bagi Kader Golkar

28 Juni 2022

KPK Beri Pembekalan Antikorupsi bagi Kader Golkar

KPK akan menyampaikan materi tentang antikorupsi kepada kader Partai Golkar dalam kegiatan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet 15 Juni, Prabowo Dikabarkan Menemui Jokowi

14 Juni 2022

Di Tengah Isu Reshuffle Kabinet 15 Juni, Prabowo Dikabarkan Menemui Jokowi

Di tengah kencangnya isu reshuffle kabinet, Prabowo dikabarkan menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.


Tanggapi Elit PDIP, Projo: Kami Bukan Underbouw Parpol Mana pun

8 Juni 2022

Tanggapi Elit PDIP, Projo: Kami Bukan Underbouw Parpol Mana pun

Projo menanggapi komentar sejumlah politikus PDIP soal manuver mereka merapat ke Koalisi Indonesia Bersatu.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.