Nusron Wahid: Praperadilan Setya Novanto Tak Pengaruhi Munaslub

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Pemenangan Pemilu I Partai Golkar Nusron Wahid saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Oktober 2017. Tempo/Budiarti Utami Putri

    Ketua Bidang Pemenangan Pemilu I Partai Golkar Nusron Wahid saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Oktober 2017. Tempo/Budiarti Utami Putri

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Badan Pemenangan Pemilu I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan partai akan segera menggelar musyawarah nasional luar biasa membahas pergantian Ketua Umum  Setya Novanto yang tersangkut kasus korupsi proyek e-KTP. Menurut dia pelaksanaan munaslub tak akan dipengaruhi hasil gugatan praperadilan  Setya Novanto atas status tersangka.

    Nusron memperkirakan munaslub akan digelar sebelum 15 Desember 2017. “Kira-kira di Jakarta. Ada atau tidak ada praperadilan, kalah atau menanag, pasti ada munaslub. Ini masalah sopan santun saja,” kata Nusron di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 25 November 2017.

    Baca: Setya Novanto Disebut Tak Patuhi Pakta Integritas Partai Golkar

    Sabtu malam, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar mengumpulkan seluruh Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I. Tujuannya untuk berkoordinasi dan menyampaikan hasil rapat pleno membahas posisi Setya Novanto. Dimulai sekitar 19.45, sebanyak 34 perwakilan DPD hadir dalam rapat yang tak lebih dari satu jam tersebut.

    Pertemuan ini menindaklanjuti hasil rapat pleno DPP Golkar yang memutuskan menerima Sekretaris Jenderal Idrus Marham sebagai Pelaksana tugas (Plt) ketua umum. Nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat akan dibahas sambil menunggu hasil sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Simak: Pengamat: Cara Elegan Angkat Citra Golkar Setya Novanto Mundur

    Keputusan ini dicapai setelah pengurus DPP menggelar rapat pleno pada Selasa, 21 November 2017. Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid selaku pimpinan rapat pleno mengatakan keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan suasana batin Setya, para kader, dan konstituennya.

    Nusron menambahkan terdapat suasana kebatinan seluruh kader untuk mempercepat diadakannya munaslub. “Kalau toh ada bahasa yang agak halus itu dalam rangka menjaga perasaan,” ujarnya. Menurut dia, munaslub dapat menyelamatkan partai pasca-penetapan tersangka Setya Novanto. “Hanya masalah waktu.”

    Lihat: Alasan Golkar Belum Lengserkan Setya Novanto

    Praperadilan Setya Novanto pun dinilai tak berdampak. Menurut Nusron, jika Novanto kalah dalam praperadilan, munaslub digelar secara otomatis. “Kalau menang praperadilan, tinggal diatur positioning-nya yang pimpin munaslub. Beliau misalnya pimpin munaslub, tapi tetap intinya munaslub,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.