Alasan Golkar Belum Lengserkan Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi Luar Negeri DPR, Dave Laksono ditemui di kantor Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, pada 24 November 2017. Tempo/Dias Prasongko

    Anggota Komisi Luar Negeri DPR, Dave Laksono ditemui di kantor Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, pada 24 November 2017. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski sudah berstatus tahanan KPK, Setya Novanto belum juga dilengserkan dari kursi Ketua Umum Partai Golkar. Saat ini hanya ditunjuk pelaksana tugas atau Plt Ketua Umum yaitu Idrus Marham.

    Wakil Sekretaris (Wasekjen) Jenderal Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno atau yang biasa disapa Dave Laksono mengungkapkan alasan kenapa partainya masih memberikan waktu bagi Setya Novanto hingga sidang praperadilan selesai dalam menghadapi kasus dugaan korupsi e-KTP yang menjeratnya.

    "Melihat jasanya yang cukup baik dan besar untuk Golkar dan DPR, maka kami masih memberikan kesempatan pada beliau sampai keluarnya putusan praperadilan," kata Dave di Bale Soto, Jalan Daksa, Jakarta Selatan pada Jumat, 24 November 2017.

    Baca juga: Cerita Jusuf Kalla Soal Setya Novanto Minta Tolong ke Mana-mana

    Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang diselenggarakan pada Rabu, 21 November 2017 kemarin, memutuskan untuk menunjuk pelaksana tugas (Plt.) Ketua Umum dibandingkan memutuskan menggelar Musyawarah Luar Biasa (Munaslub). Selain itu, dalam rapat tersebut diputuskan juga memberikan kesempatan kepada Setya Novanto hingga keluarnya putusan sidang praperadilan terhadap status tersangkanya.

    Menurut Dave, Setya Novanto memiliki kebijakkan yang patut untuk diperhitungkan selama menjabat sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar. Salah satunya, Setya menurut Dave, telah mampu membuat kebijakan politik yang terbuka selain juga mampu mendorong rencana pembangunan gedung dan peningkatan fasilitas di DPR.

    "Di DPR juga banyak program yang sudah dia gelontorkan, agar DPR bisa lebih dekat dengan rakyat," kata Dave yang juga anggota Komisi Luar Negeri ini.

    Tak sampai di situ, menurut Dave, bagi partai Setya Novanto juga memiliki kontribusi. Terutama salah satunya dalam pembangunan gedung Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang berada di Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat.

    Baca juga: Chairul Huda Mengaku Ditawari Lagi Jadi Saksi Ahli Setya Novanto

    "Pembangunan gedung memang berasal dari patungan kader-kader di daerah serta pusat. Tetapi, dari kantong pribadi pak Setya Novanto jumlahnya signifikan juga," kata dia.

    Selain itu, menurut Dave pemilihan calon-calon kepala daerah yang akan diusung oleh Golkar di bawah kepempinannya tidak didasarkan pada selera pribadi, tetapi diputuskan bersama-sama. Karena itu, Setya Novanto dianggap mampu merangkul seluruh elemen-elemen di Golkar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.