Kapolda: Penyidik KPK Bisa Ikut Usut Penyerang Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, merilis sketsa terduga pelaku penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengatakan telah mengirim surat resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai kerja sama antara penyidik KPK dan kepolisian dalam mengusut kasus Novel Baswedan.

    "Kami secara resmi sampaikan surat ke pimpinan KPK untuk meminta agar teman-teman penyidik KPK bisa bekerja sama dengan penyidik kami," katanya di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 24 November 2017. Kerja sama tersebut, menurut Idham, bisa berupa asistensi atau bekerja sama dengan penyidik di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Baca juga: Kapolda Perlihatkan Sketsa Dua Terduga Penyerang Novel ...

    Idham menuturkan penanganan kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK tersebut menjadi perhatian serius jajaran Polda Metro Jaya. Idham mempersilakan KPK memantau langsung proses penyelidikan yang dijalankan Polda Metro Jaya. "KPK bisa melihat dan memberikan masukan secara langsung,” ucapnya.

    Untuk mempercepat penuntasan kasus Novel, Idham telah meminta para penyidik yang menangani kasus ini fokus dan tidak menangani kasus lain. "Mereka hanya khusus untuk kasus Novel. Setiap minggu, saya pantau dan pimpin langsung," ujarnya.

    Baca juga: KPK Siap Hadapi Praperadilan dan Limpahkan Berkas Setya Novanto

    Hari ini, setelah 225 hari Novel diserang, Idham mengungkapkan dua sketsa terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK tersebut. Ia mengungkapkan detail sketsa tersebut diperoleh dari dua saksi dengan inisial S dan SN.

    Penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Ia diserang menggunakan air keras oleh dua orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.