Selasa, 17 September 2019

Golkar NTT Dengar Setya Novanto Mundur Meski Menang Praperadilan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid didampingi Sekjen Partai  Golkar Idrus Marham dan sejumlah anggota partai sebelum menggelar Rapat Pleno tertutup Partai Golkar, di Jakarta, 21 November 2017. Rapat Pleno tersebut untuk menentukan langkah penyelamatan partai menyusul ditahannya Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto oleh KPK terkait korupsi pengadaan e-KTP. TEMPO/ Fakhri Hermansyah

    Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham dan sejumlah anggota partai sebelum menggelar Rapat Pleno tertutup Partai Golkar, di Jakarta, 21 November 2017. Rapat Pleno tersebut untuk menentukan langkah penyelamatan partai menyusul ditahannya Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto oleh KPK terkait korupsi pengadaan e-KTP. TEMPO/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengatakan partainya pasti menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Melki berujar, kepada seorang politikus Golkar, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengatakan akan mundur sekalipun memenangi praperadilan.

    "Saya tidak bisa sebut nama, tapi dari orang yang bisa saya percaya. Menang pun pasti dia akan mundur," kata Melki di kantor Center for Strategic and Information Studies, Jakarta, pada Kamis, 23 November 2017. Sumber yang dikutip ucapannya itu, menurut Melki, mendengar langsung dari Setya.

    Pada 21 November lalu, Setya Novanto menolak mundur dari kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Dia mengirim surat yang berisi permintaan agar Mahkamah Kehormatan Dewan tak menggelar sidang untuk menonaktifkan dia sebagai ketua maupun anggota DPR.

    Baca:
    Hasil Rapat Pleno Golkar: Nasib Setya Novanto...
    Nusron Wahid: Golkar Akan Berhentikan Setya...

    Melki mengatakan munaslub partainya pasti terjadi. Namun, kata dia, memang sebaiknya digelar setelah ada putusan praperadilan yang diajukan Setya, sejalan dengan hasil keputusan rapat pleno Partai Golkar yang digelar pada Selasa, 21 November 2017.

    Sejumlah Ketua DPD I menunjukkan ketidakpuasan terhadap hasil pleno itu. Mereka mendorong munaslub digelar untuk mengganti ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut. Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan ada lebih dari 20 DPD I yang menyepakati hal itu. "Sudah banyak DPD I yang mendorong terjadinya perubahan," kata Dedi di acara diskusi KOSGORO, Rabu, 22 November 2017.

    Baca juga: Sebut Airlangga Calon Ketum Golkar, Nusron...

    Mengenai desakan dari DPD I ini, Melki tak sepakat dengan mekanisme konsolidasi yang ditempuh sejumlah rekannya. Menurut dia, mereka seharusnya duduk bersama untuk merumuskan perubahan yang diinginkan. "Lebih baik mengundang semuanya, kita langsung duduk bareng. Nanti setuju tidak setuju, kita sampaikan bersama-sama," ujar Melki.

    Melki mengatakan, setelah pertemuan sekitar 28 Ketua DPD I di Hotel Mandarin pada Kamis, 16 November 2017, pada malam saat Setya Novanto mengalami kecelakaan, belum ada lagi rencana pertemuan DPD I Partai Golkar. "Belum ada pertemuan lagi walaupun sedang disiapkan pertemuan DPD I se-Indonesia."

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | KHOIRY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.