Mohammad Toha: Dosen Menjadi Agen dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 100 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surakarta, Jawa Tengah,  mengikuti pelatihan untuk pelatih (training of trainers - ToT) Empat Pilar MPR di Hotel Paragon Solo, Jawa Tengah, Kamis, 23 November 2017.

    100 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan untuk pelatih (training of trainers - ToT) Empat Pilar MPR di Hotel Paragon Solo, Jawa Tengah, Kamis, 23 November 2017.

    INFO MPR - Sebanyak 100 dosen perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti pelatihan untuk pelatih (training of trainers-ToT) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Hotel Paragon Solo, Jawa Tengah, Kamis, 23 November 2017. Kegiatan dibuka oleh anggota MPR, Mohammad Toha.

    Pembukaan pelatihan ini dihadiri Wakil Rektor II Universitas Sebelas Maret (UNS) Muhammad Jamin, Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Yulistianto, Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR Tugiyana, serta para dosen dari perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surakarta.

    Di depan peserta pelatihan, Toha mengatakan dengan keterbatasan anggaran, MPR tidak bisa menyosialisasikan Empat Pilar MPR ke semua lapisan masyarakat. Karena itu, MPR menggunakan cara dengan mengadakan pelatihan kepada pelatih untuk para dosen. Dengan cara ini, sosialisasi Empat Pilar MPR nantinya bisa dilakukan secara mandiri. "Karena sudah ada pelatih hasil dari pelatihan ini," katanya.

    Menurut Toha, para dosen yang menjadi peserta pelatihan Empat Pilar MPR ini adalah agen perubahan. Setelah mendapat pelatihan Empat Pilar MPR ini, Toha berharap para dosen bisa menyebarkan ilmu dan pengetahuan tentang Empat Pilar MPR kepada mahasiswa serta lingkungan kampus.

    MPR menyosialisasikan Empat Pilar MPR, kata Toha, karena masih banyak warga masyarakat, termasuk mahasiswa yang tidak mengimplementasikan Empat Pilar MPR. Padahal, Indonesia menghadapi tantangan kebangsaan yang sangat berat. Toha menyebutkan tantangan kebangsaan itu tidak hanya terorisme dan radikalisme, tapi juga korupsi, kolusi, nepotisme, dan narkoba.

    Kepada para dosen peserta pelatihan, Toha memberi masukan metode agar sosialisasi Empat Pilar MPR bisa menarik dan tepat. Selama ini, MPR sudah memakai berbagai metode seperti ToT, outbound, bela negara, seni budaya, dan lainnya. "Namun hasilnya belum maksimal. Nanti dalam diskusi kelompok agar dibahas metode sosialisasi Empat Pilar MPR supaya bisa diimplementasikan dengan baik," ucapnya.

    Wakil Rektor II UNS Muhammad Jamin mengatakan para dosen merupakan unsur strategis dalam sosialisasi Empat Pilar MPR. Para dosen menyiapkan mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Dengan peran para dosen itu, kata Jamin, pelatihan untuk pelatih ini sangat penting. "Harapannya peserta pelatihan ini menjadi agen yang menyosialisasikan Empat Pilar MPR ke seluruh elemen bangsa," ujarnya.

    Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR Tugiyana dalam laporannya menyebutkan ToT ini merupakan kegiatan kedua pada 2017. "Metode pelatihan untuk pelatih ini adalah metode yang lengkap dan komprehensif karena peserta mendapat ceramah serta melakukan pendalaman dalam diskusi kelompok," katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.