Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Pengiriman Sarang Burung Walet ke Tiongkok

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 
Bea Cukai Ngurah Rai gagalkan pengiriman sarang burung walet ke Tiongkok

    Bea Cukai Ngurah Rai gagalkan pengiriman sarang burung walet ke Tiongkok

    INFO NASIONAL - Bea Cukai Ngurah Rai melakukan penegahan terhadap lima paket sarang burung walet dengan berat total 2,5 kilogram di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu, 22 November 2017. Diperkirakan barang yang akan dibawa ke Tiongkok ini bernilai Rp 45 juta.

    Sarang burung walet ditegah Bea Cukai karena merupakan barang pembatasan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2012 tentang Ketentuan Ekspor Sarang Burung Walet ke Republik Rakyat Cina.

    Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono mengatakan pembawa sarang burung walet tersebut adalah warga negara Tiongkok berinisial CY. Saat diperiksa petugas, CY tidak dapat membuktikan yang bersangkutan adalah eksportir terdaftar sarang burung walet.

    “Berdasarkan hasil pemindaian x-ray oleh petugas bandara dan pemeriksaan petugas Bea Cukai, barang bawaan CY berisi sarang burung walet dan CY tidak memiliki izin ekspor sehingga selanjutnya dilakukan penegahan” ujar Himawan.

    Sebagai tindak lanjut, sarang burung walet yang ditegah selanjutnya akan diselesaikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku oleh Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

    “Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan pembawaan barang larangan dan pembatasan, baik ke luar maupun ke dalam negeri, untuk melengkapi dokumen perizinan dari instansi teknis terkait agar tidak menemui kendala ketika dilakukan pemeriksaan Bea Cukai,” katanya .(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?