Ini Alasan KPK Mencekal Istri Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor usai menjalani pemeriksaan selama 8 jam di  gedung KPK, di Jakarta, 20 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor usai menjalani pemeriksaan selama 8 jam di gedung KPK, di Jakarta, 20 November 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi tengah menggali keterangan keluarga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengenai aliran dana kasus dugaan korupsi dalam proyek e-KTP. Alasan itu yang membuat KPK mengeluarkan permohonan pencegahan terhadap istri Ketua Umum Partai Golkar itu, Deisti Astriani Tagor, ke Direktorat Jenderal Imigrasi, sejak 21 November 2017.

    "Untuk sementara penyidik merasa butuh kepastian dia (Deisti) ada di Indonesia saat dibutuhkan pemeriksaan. Dia diduga mengetahui tentang kepemimpinan perusahaan di proyek e-KTP," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Kamis, 23 November 2017.

    Baca: Begini Jejak Keluarga Setya Novovanto di Perusahaan Proyek E-KTP

    Deisti memang telah beberapa kali masuk dalam daftar saksi di KPK berkaitan dengan proyek e-KTP. Terakhir, dia memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi bagi tersangka mantan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudhiharjo.

    Nama Deisti sebelumnya pernah muncul dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ia dan anak Setya, Reza Herwindo, tercatat menjadi pemegang 80 persen saham PT Mondialindo Graha Pradana. Perusahaan ini tercatat memiliki mayoritas saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek e-KTP.

    Baca: Kasus E-KTP, Setya Novanto Ajukan 8 Saksi Meringankan

    Deisti tidak bersedia berkomentar mengenai status cegah terhadapnya. "Semua tanya penyidik saja," kata dia usai menjenguk suaminya di KPK.

    Kuasa hukum Setya Novanto, Otto Hasibuan, mengatakan belum mendapat informasi dari KPK perihal pencegahan terhadap Deisti. Dia mengklaim baru akan berbicara dan membahasnya dengan Deisti selepas mendampingi Setya dalam pemeriksaan di KPK.

    Selain itu, menurut dia, klien dan keluarga bersikap kooperatif dengan menerima semua keputusan KPK mengenai proses hukum KTP elektronik. "Lagi pula, dia (Deisti) kan tak mungkin pergi ke luar negeri. Suaminya saja ada di sini," ujar Otto.

    MAYA AYU | ARKHELAUS WISNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.