Kasus E-KTP, Setya Novanto Ajukan 8 Saksi Meringankan

Ketua DPR Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 23 November 2017. Setya Novanto masih berada dalam masa tahanan KPK hingga awal Desember mendatang. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berencana menghadirkan saksi meringankan dalam penyidikan perkara yang membelitnya. Kuasa hukum tersangka korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) itu, Fredrich Yunadi, menyebut setidaknya ada delapan saksi fakta yang sudah ia ajukan. "Sama saksi ahli kurang lebih enam," katanya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis, 23 November 2017.

Fredrich mengatakan para saksi fakta yang ia ajukan di antaranya anggota DPR Fraksi Golkar. Namun ia enggan menyebut nama-namanya. "Pokoknya saksi yang melihat dan mengetahui langsung," ujarnya.

Baca juga: Anak Setya Novanto Rheza Herwindo Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Sejak menetapkan Setya sebagai tersangka untuk kedua kalinya, KPK telah memeriksa puluhan saksi dari kalangan DPR, Kementerian Dalam Negeri, dan swasta. Pemeriksaan kepada Setya sebagai tersangka juga intens dilakukan.

Hari ini, KPK memanggil dua anak Setya sebagai saksi. Namun keduanya mangkir. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengingatkan agar keduanya menghadiri pemanggilan KPK karena merupakan kewajiban hukum. "Surat panggilan sudah disampaikan secara patut," ucapnya.

Meski pemeriksaan saksi terus digeber, Febri menuturkan lembaganya tidak ingin tergesa-gesa menangani perkara yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun ini. Menurut dia, kehati-hatian dan kekuatan bukti menjadi tolok ukur utama agar perkara tersebut tuntas.

Baca juga: KPK Jadwalkan Periksa Anak Setya Novanto Dwina Michaella Besok

Setya pertama kali dijadikan tersangka korupsi e-KTP pada 17 Juli 2017. Ia diduga terlibat memperkaya diri sendiri, orang lain, serta korporasi menggunakan proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Ketua Umum Partai Golkar itu tak terima dan menggugat KPK di sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Prapradilan itu pun akhirnya memenangkan Setya. Hakim tunggal praperadilan Cepi Iskandar menyatakan penetapan Setya sebagai tersangka tidak sah. Pada akhir Oktober, KPK mengeluarkan surat perintah penyidikan baru untuk Setya. Atas penetapan itu, Setya Novanto kembali menggugat.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

20 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

53 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

29 Juni 2022

KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan Fauzi dalam Kasus E-KTP

Gamawan Fauzi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Paulus Tannos selaku Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra.


KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

27 Juni 2022

KPK Terima Duit Rp 86 Miliar Kasus Korupsi E-KTP dari Amerika Serikat

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan uang itu bisa kembali ke Indonesia karena bantuan pemerintah Amerika Serikat dalam kasus korupsi e-KTP.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.