Pengamat: Panglima TNI Harus Sejalan dengan Poros Maritim Dunia

Reporter

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melakukan salam komando bersama pejabat baru KASAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) dan Marsekal TNI Agus Supriatna (kanan), seusai upacara serah terima jabatan, di Lapangan Udara Militer TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta, 20 Januari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat militer Connie Bakrie menilai posisi Panglima TNI ke depan akan lebih baik dijabat dari Angkatan Laut atau Angkatan Udara. Sebab, kata dia, hal ini sesuai dengan visi poros maritim dunia.

"Poros maritim dunia itu bagaimana mengedepankan kekuatan kita, dari defensif menjadi ofensif. Sudah pasti itu harus kekuatan Angkatan Laut atau Angkatan Udara," ujar Connie di Cikini, Jakarta, Kamis, 23, November 2017.

Baca juga: Jokowi Terima Banyak Masukan Soal Calon Pengganti Gatot...

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo akan memasuki masa pensiun pada Maret tahun depan. Gatot dilantik menjadi Panglima TNI pada 8 Juli 2015 menggantikan Jenderal Moeldoko. Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil mendesak Jokowi melakukan proses penggantian Panglima TNI dari sekarang. Beberapa pengamat menyarankan Jokowi agar Panglima TNI dijabat oleh matra AU atau AL.

Connie mengatakan saat ini Indonesia memiliki masalah yang lebih besar, yaitu mengarah pada tantangan kawasan. Oleh karena itu, kata dia, Panglima TNI ke depan harus mengarah kepada visi poros maritim dunia. "Inilah kesempatan sebenarnya kita juga mengambil dari Angkatan Udara," ucapnya.

Connie memberikan contoh, saat ini Australia telah mengubah doktrin perangnya menjadi perang modern dengan ujung tombak Angkatan Udara. Oleh karena itu, kata dia, Indonesia harus bisa bergerak seperti itu. "Australia mengubah doktrinnya tidak sekonyong-konyong, doktrin perangnya beda sendiri daripada negara lain," ucapnya.

Baca juga: Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Yang Ganti Saya Itu Presiden

Connie berpendapat visi poros maritim dapat mengedepankan kekuatan Indonesia. Menurut dia, ini merupakan kesempatan Indonesia untuk mengambil dari Panglima TNI dari Angkatan Udara. "Tidak ada pergerakan Angkatan Laut di dunia ini tanpa ada payung udara, terlebih dalam keamanan kawasan," tuturnya.

Connie menambahkan, Indonesia seharusnya memiliki roadmap dalam peta kekuatan militer ke depan. Hal ini, kata dia, untuk mendukung Indonesia menjadi negara poros maritim dunia.






Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

5 jam lalu

Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

Prabowo menilai TNI memang harus menyesuaikan syarat tinggi badan tersebut dengan kondisi daerah masing-masing dan suku yang berlainan.


Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

10 jam lalu

Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

Moeldoko mendukung langkah Panglima TNi Jenderal Andika Perkasa yang mengubah batas minimal tinggi tubuh calon taruna dan taruni Akmil.


Inilah Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna Terbaru setelah Direvisi

1 hari lalu

Inilah Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna Terbaru setelah Direvisi

Selain tinggi badan, Panglima TNI Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mervisi batas usia calon taruna.


DPR Setujui Anggaran Kementerian Pertahanan Rp 134 Triliun

2 hari lalu

DPR Setujui Anggaran Kementerian Pertahanan Rp 134 Triliun

DPR menyetujui anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2023 sebesar Rp 134 triliun dari usulan sebelumnya mencapai Rp 319 Triliun


Panglima TNI Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Calon Taruna: Batasan Usia hingga Tinggi Badan

2 hari lalu

Panglima TNI Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Calon Taruna: Batasan Usia hingga Tinggi Badan

Andika Perkasa merevisi aturan Panglima TNI Nomor 31 Tahun 2020 berkaitan dengan penerimaan calon taruna untuk mengakomodasi kondisi umum remaja


Anggota DPR Sebut Hubungan Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman Terlihat Baik

3 hari lalu

Anggota DPR Sebut Hubungan Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman Terlihat Baik

Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman hadir dalam rapat di Komisi I DPR.


Prabowo Subianto Minta Rapat Bersama Komisi I DPR Digelar Secara Tertutup

3 hari lalu

Prabowo Subianto Minta Rapat Bersama Komisi I DPR Digelar Secara Tertutup

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, bertanya kepada Prabowo ihwal mekanisme gelaran rapat, Prabowo menghendaki rapat digelar secara tertutup.


Prabowo, Dudung Abdurachman, dan Andika Perkasa Hadiri Rapat Bersama Komisi I DPR

3 hari lalu

Prabowo, Dudung Abdurachman, dan Andika Perkasa Hadiri Rapat Bersama Komisi I DPR

Rapat Komisi I DPR kali ini dihadiri KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, Menhan Prabowo Subianto, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.


Seteru Dua Jenderal

4 hari lalu

Seteru Dua Jenderal

Saat masih jadi perwira menengah TNI Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa dan Jenderal Dudung Abdurachman bersahabat.


Moeldoko soal Dudung vs Effendi: Memang Supremasi Sipil Tak Hargai Institusi Lain?

10 hari lalu

Moeldoko soal Dudung vs Effendi: Memang Supremasi Sipil Tak Hargai Institusi Lain?

Moeldoko pun menilai perintah Dudung dalam rekaman yang tersebar hanya reaksi spontan atas pernyataan Effendi Simbolon.